Penjualan Smartphone Melambat, Qualcomm Fokus Ke IoT Otomotif

Penjualan smartphone mulai menunjukkan pertumbuhan yang melambat. Sejak awal 2016 pertumbuhannya dari double digit turun menjadi single digit. Melihat gejala tersebut, Qualcomm sebagai salah satu penyedia teknologi perangkat telekomunikasi di Indonesia pun memutuskan untuk tidak lagi hanya mengembangkan tenologi untuk smartphone tetapi juga untuk internet of things (IoT).

Country Director Qualcomm Indonesia, Shannedy Ong, mengatakan, kini mulai ada pergeseran, teknologi telekomunikasi tidak lagi hanya menghubungkan antar manusia tetapi juga menghubungan antar perangkat pendukung kehidupan seperti peralatan rumah tangga dan kendaraan bermotor seperti mobil. “Sekarang kami akan mulai fokus menggarap koneksi antar devices lewat teknologi IoT, karena inilah yang akan menjadi masa depan teknologi internet,” ujarnya.

Jpeg

Qualcomm Indonesia akan mendahulukan aplikasi IoT untuk otomotif, menuurt Shennedy, keputusan ini dikarenakan kebutuhan solusi untuk masalah kemacetan, parkir dan keamanan berkendara sangat tinggi di Indonesia terutama di kota-kota besar.

Untuk mewujudkan ini pihaknya sudah meluncurkan connected smart car platform, kelak didalam mobil pintar tersebut ditanamkan chip yang akan membantu pengemudi atau pemiliknya memonitor titik kemacetan, potensi kecelakaan dan lokasi parkir yang tersedia, “Semua itu bisa dilakukan dengan kontrol lewat smartphone dan perangkat lainnya yang terkoneksi internet,” ujarnya. Selain smart car, Qualcomm juga mulai bersiap mendukung IoT untuk smart home, smart office dan smart city di Indonesia.

Selain IoT untuk otomotif, Shennedy juga masih optimis dengan pertumbuhan penjualan drone, “Jadi meski (pertumbuhan) smartphone melambat, masih banyak untuk perangkat yang lainnya,” ungkapnya. Oleh karena itu pihak terus berinovasi untuk mengembangkan chip bagi drone, seperti yang sudah berhasil diadopsi adalah chip prosesor Snapdragon 820 yang diklaim menguasai 60 % pangsa pasar prosesor drone di Indonesia.

Untuk mendukung TKDN (tingkat kandungan dalam negeri) industri perangkat telekomunikasi di Indonesia, Shennedy mengatakan pihaknya sangat membuka diri untuk bekerjasama dengan OEM dan ODM lokal. Menurutnya, bagi pihak OEM dan ODM lokal yang bergabung dengan Qualcomm akan diberi keleluasaan mengakses semua teknologi Qualcomm tanpa ada biaya tambahan, “Kami tidak memberi insentif secara langsung tetapi kami beri keleluasaan untuk akses tekonologi kami tanpa ada biaya tambahan lagi,” ujarnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)