Pentingnya Dukungan Pemain Industri TIK dan Pemerintah demi Broadband Indonesia

Terkait rencana 'Pita Lebar Indonesia 2014-2019' yang baru saja dirilis, Indonesia didesak untuk terus mengembangkan industri TIK. Menurut Ilham Habibie, Ketua Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (DetikNas) sinergi antara pemerintah dan swasta dalam mewujudkan rencana pita lebar sangatlah penting. Pembangunan pita lebar Indonesia tidak mungkin diselesaikan tanpa melalui kerja sama yang erat antara pemerintah dan swasta.

Pita Lebar

Ilham menyebutkan, ada lima tujuan utama dalam rencana pembangunan pita lebar tersebut yaitu realisasi e-pemerintahan, e-kesehatan, e-pendidikan, e-logistik, e-pengadaan. “Jika pembangunan infrastruktur terlambat dilakukan, kita akan sangat tertinggal ketika MEA efektif tahun depan,” jelas Ilham panjang lebar.

Salah satu alasan jaringan broadband perlu segera diterapkan adalah karena kecepatan internet di Indonesia yang saat ini baru menduduki posisi 110 dunia. Studi dari Deloitte Access Economics for Southeast Asia dalam Internet Role in Driving Indonesia's Economy menunjukkan, internet menyumbang 1,6% atau Rp 116 triliun ke perekonomian Indonesia di 2011 dan diprediksi meningkat hingga 2,5% di 2015.

 

Saat ini upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kecepatan internet diantaranya adalah dengan proyek Palapa Ring dan Telkom Indonesia menjadi tulang punggung rencana pembangunan pita lebar nasional.

Namun, Mastel (Masyarakat Telematika Indonesia) melihat untuk memenuhi visi pembangunan pita lebar tersebut terdapat tantangan besar yakni dalam hal kolaborasi dan pendanaan. Mastel mencatat, untuk mewujudkan target tersebut, Indonesia membutuhkan dana untuk e-pemerintahan sebesar Rp 35,5 triliun, e-pendidikan Rp 4 triliun, e-kesehatan Rp 336,8 miliar, e-logistik Rp 375 miliar dan e-pengadaan sebesar Rp 87 triliun.

Setyanto P. Santosa, Ketua Mastel menyebutkan, pelaksanaan Connect Expo Comm Indonesia dan National Broadband Symposium (CECI'14 dan NBS'14) November mendatang merupakan bentuk bukti betapa pentingnya kerjasama antar pemain industri TIK untuk mendorong pembangunan TIK terutama penerapan broadband. Alan Solow, Presiden Direktur PT Infrastruktur Asia optimis kegiatan tersebut akan mempertemukan pemain lokal dan internasional telekomunikasi. “Kami percaya, ajang tersebut akan mempercepat proses pembangunan pita lebar nasional.”

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)