Perkembangan Fintech Dorong Inklusi Keuangan

SWA kembali menggelar SWA Business Update. Para mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (Unikom) dan beberapa peserta dari instansi lainnya mendapat informasi mengenai peran dan fungsi fintech dalam industri finansial. Turut pula hadir para pembicara yang ahli di bidang fintech, yaitu Eddy Tju (VP Business Development Faspay), Noviati Nurani (Veda Praxis), dan Soelistyo Rudi Sanjaya (Pinjam.co.id).

Dalam kesempatan ini, Noviati Nurani, Konsultan Veda Praxis, menyatakan bahwa kini terjadi digital disruption, di mana terjadi gangguan karena era digitalisasi."Dengan inovasi fintech ini membuat perbankan harap-harap cemas. Fintech mamlu memotong rantai pengiriman atau transaksi keuangan menjadi lebih cepat dan mudah," tambah perempuan lulusan Universitas Katolik Parahyangan ini.

Keberadaan fintech juga semakin berkembang dengan adanya payment gateway. Eddy Tju, VP Business Development Faspay menyatakan akan ada semakin entrepreneur independen atau UKM yang memulai bisnis online bermodalkan media sosial seperti Instagram, di mana mereka menginginkan fasilitas pembayaran yang mudah dan cepat serta aman untuk mengembangkan bisnis mereka.

Setelah munculnya Go-Jek, Grab, dan layanan online lainnya, kini Fintech semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2016, menyebutkan sebanyak 51 perusahaan Fintech telah beroperasi di Indonesia.

Fenomena ini bahkan didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) yang kemudian mengambil langkah-langkah penting untuk mendorong pertumbuhan bisnis fintech ini. Melalui keberadaan fintech, pemerintah berharap dapat mendorong program inklusi keuangan.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)