Pertumbuhan Aplikasi Lokal Meningkat

Foto : Istimewa

Keberadaan aplikasi buatan lokal merupakan sinyal positif dari percepatan transformasi digital di Indonesia. Banyaknya para pengembang aplikasi dalam negeri mendorong kompetisi yang sehat dengan menawarkan fitur-fitur andalan yang bisa bermanfaat untuk pengguna. Strategi pemasaran pun saat ini mulai bergeser dari cara konvensional menjadi berbasis digital.

Roy Wijaya, Business Development Manager Avow untuk Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, aplikasi buatan Indonesia bisa meraih pasar global dengan bantuan mitra-mitranya di wilayah tertentu, yaitu keberadaan pasar OEM (original equipment manufacturer) seluler yang telah menjalin kerjasama dengan perusahaan teknologi periklanan digital tersebut. “Kami membantu aplikasi lokal dengan cara membangun rencana media yang tepat untuk iklan OEM, karena setiap pasar dan audiens mendominasi pasar yang berbeda, serta memberikan layanan konsultasi untuk membangun materi iklan yang tepat dan kemampuan penargetan untuk pasar tertentu,” tuturnya saat dihubungi di Jakarta (27/10/2022).

Roy mencontohkan Kumu, aplikasi hiburan sosial terbesar di Filipina, yang menggunakan penargetan bahasa sebagai strategi untuk menjangkau dan memanfaatkan penutur Filipina yang tinggal di luar wilayah tersebut.“Contoh lain adalah Lalamove, aplikasi pengiriman yang dimulai di Hong Kong lalu pindah ke wilayah Asia Tenggara dan kemudian memperluas ke Amerika Latin, a merek tersebut berhasil meningkatkan pangsa pasarnya dan menyebar secara global,” sebut Roy.

Kemitraan eksklusif Avow dengan beberapa OEM seluler top dunia, seperti Huawei, Oppo, Vivo, dan Xiaomi, membantu aplikasi lokal ini untuk mencapai target akuisisi pengguna mereka di berbagai wilayah secara global. Pemasar seluler di Indonesia dapat memperluas jangkauan mereka dan membuka aliran pendapatan baru dengan kemitraan OEM seluler Avow – yang mencakup 67% pasar seluler Asia Tenggara.  Roy menyampaikan dua hal yang harus dipertimbangkan oleh pemasar aplikasi di Indonesia adalah kualitas produk dan layanan serta pertumbuhan industri aplikasi.

Roy mengamati Gojek, yang memulai ceruknya sebagai aplikasi ride-hailing pada 2009 di Indonesia, telah menjadi platform on-demand terkemuka di Asia Tenggara dengan aplikasi supernya yang mencakup hampir 20 layanan. Sebelum berekspansi ke kategori yang lebih baru, Gojek membangun reputasi dan bergabung dengan Tokopedia, sebuah platform eCommerce, untuk menjadi GoTo Group - grup teknologi terbesar di negara Asia Selatan sambil juga berekspansi di luar Asia Tenggara.

Pihaknya melihat kesuksesan besar dengan kampanye untuk aplikasi lokal di seperti AstraPay dan Kredivo telah memanfaatkan pemasaran OEM dan toko aplikasi alternatif di Indonesia. AstraPay adalah salah satu aplikasi dompet digital terkemuka di Asia Tenggara, yang menyediakan berbagai layanan untuk menyederhanakan transaksi digital dan kebutuhan keuangan sehari-hari penggunanya.

Dari aplikasi AstraPay, pengguna dapat melakukan segalanya mulai dari tagihan listrik hingga pembayaran asuransi kesehatan. Avow memanfaatkan kemitraan eksklusif dan format iklannya dengan OEM utama di seluruh Asia Tenggara untuk meningkatkan upaya akuisisi pengguna AstraPay.

Ketika industri tekfin tumbuh dan menjadi semakin kompetitif, AstraPay bekerja sama dengan Avow untuk membantu mereka menskalakan saluran alternatif baru. “Avow berfokus menargetkan pengguna baru melalui kemitraannya dengan Xiaomi, Vivo, dan Oppo, menambahkan akuisisi pengguna tambahan ke bauran pemasaran AstraPay yang ada,” ujarnya. Avow memperkenalkan inventaris baru ke dengan memanfaatkan format iklan unik dan inventaris yang diperoleh melalui kemitraan OEM dengan Vivo, Oppo, dan Xiaomi.

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)