Philips LED Lighting Gencarkan Teknologi Pencahayan LED Hemat Energi

Guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Royal Philips Electronics berinovasi menawarkan solusi bidang pencahayaan. Sebagai salah satu korporasi pemrakarsa GBCI (Green Building Council Indonesia), Philips memandang perlunya pembentukan Sistem Penilaian yang formal di Indonesia dengan sebutan GREENSHIP, yang digunakan sebagai tolak ukur penilaian suatu bangunan sebelum diberikan sertifikasi bangunan hijau.

Satu aspek peniliaian dalam GBCI Greenship Rating System adalah solusi efisiensi energi. Philips Lighting memungkinkan penghematan biaya dan peningkatan kelangsungan hidup dengan menggunakan pencahayaan LED teknologi terkini yang hemat energi dan mengurangi emisi karbon.

Sebagai bagian dari dukungan berkelanjutan terhadap gerakan Bangunan Hijau, Philips turut berpartisipasi dalam ―GreenRIGHT – Green Building 2012 Conference & Expo‖ yang dilangsungkan di Jakarta Convention Center dengan memamerkan solusi pencahayaan LED untuk sektor industri, perkantoran, dan luar ruangan.

Sinta Marino, Product Application & Green Mark Manager, Philips Lighting Commercial PT Philips Indonesia, mengatakan, bisnis yang paling kompetitif sekalipun perlu melakukan penghematan di segala bidang. Philips Industry Lighting Solutions menawarkan para produsen cara yang mudah untuk menghemat biaya. Pencahayaan yang efisien dapat mengurangi biaya operasional sampai dengan 53%.

Secara global, pencahayaan mengkomsumsi lebih dari 15% dari total konsumsi energi. Dengan teknologi pencahayaan yang baru berbasis LED (Light Emitting Diode) kita sebenarnya bisa menghemat hingga 50% dari total konsumsi energi tersebut; dimana jumlahnya adalah sama dengan menghemat EUR 106 miliar per tahun; atau 555 juta ton karbon dioksida (CO2) per tahunnya.

Di berbagai belahan dunia, para produsen mulai beralih kepada Philips Industry Lighting Solutions untuk mendapatkan sertifikasi Bangunan Hijau. Sebagai contoh, pergudangan Aramex di Dubai, Uni Emirat Arab, Philips mengoptimalkan beban pencahayaan hingga 40% lebih kecil dari standar ASHRAE tanpa mengurangi kualitas pencahayaan. Sementara untuk Arcelik A.E. Electronics Enterprises di Istanbul, Turki, Philips menyediakan solusi pencayahaan yang ramah lingkungan dan tahan lama yang mampu mengurangi biaya maintenance dan penggantian peralatan secara rutin, dan juga akan mengurangi emisi CO 2 (karbon dioksida) hingga 11%.

Sebagai contoh di sektor perkantoran, Philips membantu Audi memperbaiki gedung perkantoran 3 lantai mereka di Jerman dengan konsep pencahayaan yang modern dan efisien, dengan biaya yang lebih murah dan ramah lingkungan. “Saat ini Audi bisa melakukan penghematan biaya energi hingga 58%,” imbuh Riris, Marketing Manager, Professional Government, Industry & OEM, Philips Lighting Commercial, PT Philips Indonesia.

LED mentransformasi pencahayaan dengan membuka kemungkinan-kemungkinan baru untuk bagaimana dan dimana pencahayaan artifisial digunakan dan meningkatkan pengalaman manusia. Philips menciptakan pencahayaan yang memberikan nilai lebih, menambah keindahan, meningkatkan keamanan, serta memberikan visibilitas yang lebih baik; dimana kesemua hal tersebut dilakukan dengan mengurangi tingkat panas, daya listrik, dan dampak terhadap lingkungan.

Jembatan Suramadu adalah contoh bagus bagaimana pencahayaan LED dari Philips telah membantu mentransformasi bangunan bersejarah menjadi suatu objek yang mengagumkan dan aman, serta mampu menanamkan perasaan bangga terhadap penduduk Surabaya dan wilayah sekitarnya.

Contoh lain yang mengagumkan adalah Air Mancur di Palembang. Pencahayaan LED dari Philips telah mengubah air mancur tersebut menjadi sebuah adikarya yang menakjubkan, sebuah obyek yang indah untuk dipandang saat matahari mulai terbenam dan pencahayaan warna-warni LED mulai menunjukkan pesonanya. (Rias Andriati/EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)