Pinjam.co.id Gandeng Columbia Bikin Layanan Gadai Online

Teguh Ariwibowo, Co-Founder dan CEO Pinjam co.id (kanan) bersama Nopi Susanto, COO Columbia Cash & Credit saat peluncuran layanan gadai online lewat Pinjam.co.id. (Foto : Arie Liliyah/SWA)

Pinjam.co.id, perusahaan tekologi yang menyediakan platform pembiayaan dan dana cepat, melebarkan sayap bisnis dengan menyediakan layanan gadai online.

Teguh Ariwibowo, Co-Founder dan CEO Pinjam.co.id mengungkapkan, untuk menjalankan layanan barunya ini, Pinjam.co.id menggandeng Columbia cash & credit sebagai mitra untuk menjangkau nasabah.

Barang yang bisa digadaikan lewat layanan ini antara lain, emas, barang elektronik dan kendaraan bermotor. Nasabah cukup mengisi aplikasi lewat website pinjam.co.id, lalu barang akan ditaksir kisaran nilai gadainya, bila setuju nasabah langsunbg klik “Ajukan Gadai”, kemudian mengisi data diri di kolom yang disediakan dalam website tersebut. Setelahitu bawa barang ke cabang atau mitra, seperti Columbia untuk pencairan dana. Atau nasabah juga bisa memilih opsi penjemputan, dan tim pinjam.co.id akan datang untuk proses transaksi di tempat nasabah.

Adapun tarif bunga yang ditawarkan yaitu 0,5 % per minggu untuk logam mulia dan perhiasan, 1% per minggu untuk barang elektronik dan kendaraan bermotor.

Menurut Teguh, layanan gadai online ini tidak bersaing head to head dengan Pegadaian atau usaha gadai offline lainnya karena segmen yang disasar beda. Pertama, dari usia adalah 25-40 tahun, kemudian kemitraan dengan Columbia juga merupakan strategi untuk jadi lebih dekat ke pelanggan. Ke depan startup ini juga berencana akan menggandeng mitra-mitra memiliki jaringan luas seperti Kantor Pos, perusahaan logistik nasional dan toko ritel.

“Kami targetkan hingga akhir 2017 akan bertambah 1.000 nasabah lagi,” ujar Teguh. Layanan ini bisa melayani mulai dari Rp 300 ribu sampai ratusan juta.

“Tapi, target utama kami bukan yang ratusan juta itu. Kami akan lebih banyak menyasar mereka yang sulit mendapatkan akses dana cepat walau nilainya kecil,” lanjutnya. Oleh karena itu sejak dijalankan Mei 2017 lalu, layanan ini banyak masuk ke kelompok masyarakat unbanked seperti di Pulau Seribu.

Saat ini layanan gadai ini baru beroperasi di DKI Jakarta, karena startup ini baru mengantongi izin dari OJK untuk beroperasi di provinsi ini. Teguh mengaku, awal tahun depan pihaknya akan ekspansi ke 5 provinsi lainnya, setelah urusan perijinannya selesai.

Menurut Teguh, sumber dana untuk menjalankan layanan baru ini berasal dari investor dan pinjaman dari sebuah perusahaan asuransi. Dalam waktu dekat, startup ini juga akan menggandeng mitra lainnya seperti perusahaan aset manajemen dan lembaga keuangan lainnya, guna mendapatkan suku bunga yang lebih rendah, sehingga lebih kompetitif bunga yang ditawarkan ke masyarakat.

 

Editor: Eva Martha Rahayu

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)