PointStar Siap Tawarkan Jasa Cloud Computing Kepada UMKM

Jasa cloud computing kini tidak hanya bisa dirasakan oleh level korporasi saja, melainkan sudah merambah pada lini Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM). Adalah PointStar, perusahaan penyedia layanan komputasi awan asal Singapura ini siap membantu efektivitas operasional perusahaan sekala menengah lewat empat pendekatan yakni Cloud Centre of Excellence, edukasi, alih daya, dan konsultasi.

IMG_20150507_122536 (1)

Justin Lee, CEO PointStar, menuturkan bahwa UMKM di Indonesia yang berjumlah 56 juta, lebih dari 90% nya belum terintegrasi dengan sistem komputasi awan. Padahal jika ditilik berdasarkan kontribusinya pada Pendapatan Domestik Bruto (PDB), 60% dari total pendapatan tersebut disumbangkan dari sektor UMKM (sumber : Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2011).

"PointStar tidak hanya menyediakan layanan komputasi awan untuk sekedar memberikan efektivitas operasional UMKM, namun juga memberikan edukasi atau pelatihan bagi para SDM-nya agar usahanya memiliki daya saing," tutur Justin, saat jumpa pers di Hong Kong Cafe (7/5).

Mengakar juga dari dunia usaha yang semakin terintegrasi dengan IT, membuat pelaku usaha, dalam hal ini UMKM perlu mempertimbangkan adopsi komputasi awan dalam operasionalnya. Hanya saja, sejauh ini seringkali skala UMKM tersebut dihadapkan oleh investasi yang mahal.

Tidak demikian dengan PointStar, seperti yang dituturkan alumnus National University of Singapore ini, adapun investasi yang dibutuhkan untuk mengadopsi sistem komputasi awan ini hanya membutuhkan dana US$ 50 per akun. Alasannya adalah karena PointStar bekerja sama dengan perusahaan komputasi awan kelas dunia, yaitu Google for Work, sehingga yang dibutuhkan user adalah cukup memiliki akun Google, kemudian merambah pada beberapa aplikasi yang ditawarkan, seperti Google Drive, Google Docs, Google Hangouts, dan Google Chrome. Selain itu berpartner juga dengan Cisco, NetSuite, dan Xero, juga mengindikasikan bahwa sistem yang dibangun PointStar cukup mumpuni untuk diterapkan.

"Yang paling utama adalah user dibekali dengan gadget yang cukup, seperti komputer atau smartphone, serta koneksi internet," lanjutnya.

Dengan mengimplementasikan sistem komputasi tersebut, UMKM bisa melakukan berbagai aktivitas operasional secara efektif dan efisien. Yuwono Utomo, Sales Manager PointStar Indonesia menjelaskan bahwa aspek kolaboratif dan realtime sangat ditonjolkan dalam sistem komputasi ini.

"Jadi untuk mengedit dokumen maupun sheet bisa dilakukan secara kolaboratif. Terlebih data yang dipakai nantinya tidak perlu disimpan di pc user. Jadi kalau terjadi hal - hal yang tidak diinginkan misalnya terhapus atau hilang gadgetnya, maka masih ada backupnya di Google," jelas Yuwono.

Soal realtime, lanjut Yuwono, dengan aplikasi video conference yang ditawarkan Google, user dapat melakukan interaksi dengan sesamanya tanpa perlu bertemu muka. "Jadi meeting bisa dilakukan secara remote, asal ada koneksi," lanjutnya.

Sementara itu dari sisi user yang pernah menjajal sistem ini, Yansen Chandra, Management Representative Ekatama Group, menceritakan bahwa sejauh ini tidak ada permasalahan yang cukup signifikan dari sistem komputasi yang ditawarkan PointStar.

Hal tersebut karena dibuktikan dengan peningkatan revenue dan efektivitas opeasionalnya. Hanya saja, seiring dengan terintegrasinya sistem ini dengan konektivitas jaringan, membuat sistem ini sangat bergantung dengan infrastruktur tersebut.

"Saya kan memiliki beberapa kantor cabang di remote area, yakni di Kalimantan, nah itu konektivitas jaringan belum mencapai ke situ. Jadinya beberapa memang masih mengalami kendala. Namun saya optimis kedepannya, seiring dengan program infrastruktur jaringan yang akan semakin dikembangkan oleh pemerintah," kata Yansen. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)