Polytron Masuki Persaingan Smartphone Kelas Premium

Produsen elektronik asal Indonesia, Polytron, mengklaim memiliki keunggulan dalam pemahaman pasar smartphone di Indonesia dibandingkan kompetitor produsen dari negara lain. Perusahaan yang dulu lebih dikenal dengan produk elektroniknya, sejak 2013 silam mulai memasuki persaingan segmen tersebut dengan meluncurkan produk dengan menyasar kelas premium.

Marketing Director Polytron, Tekno Wibowo, mengatakan, kebutuhan konsumen smartphone di Indonesia saat ini semakin kompleks. Ia beranggapan saat ini seluruh masyarakat sudah memerlukan smartphone yang dapat memenuhi berbagai kebutuhannya. Pasalnya, hal itu sudah menjadi bagian dari kesehariannya.

“Terjadi pergeseran pasar beberapa tahun belakang menjadi ke arah smartphone. Indonesia dianggap sebagai potential market, sehingga merek-mereka dari luar berlomba menjajakan produknya di sini,” kata Tekno dalam peluncuran Polytron Prime 7S, di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (1/11/2016).

img_8437

Tekno mengatakan, pihaknya sudah siap berlomba dengan merek-merek dari luar untuk menjajakan produk. "Semua yang kami kerjakan berangkat dari kebutuhan yang ada di pasar Indonesia. Kami beranggapan ada beberapa fitur smartphone dari luar negeri yang tidak dapat digunakan di Indonesia,” kata Tekno.

Terkait strategi penjualan, Tekno mengatakan, pihaknya mengutamakan pada kualitas dan layanan purna jual. Ia mengungkapkan saat ini Polytron memiliki 68 titik service center yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal tersebut bertujuan untuk terus meningkatkan pertumbuhan penjualan mereka di Indonesia.

“Sejak 2013 kami terus bertumbuh meski tidak terlalu besar. Dengan adanya regulasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk software maupun hardware smartphone diharapkan menjadi keunggulan kami sebagai produk buatan Indonesia,” jelas Tekno.

Adapun terkait produk yang baru saja diluncurkan, Prime 7S, Polytron mengklaim smartphone tersebut menyasar kelas premium. Dari sisi hardware, Polytron mengusung memori RAM 3GB, ROM 64 GB, dan Prosesor Octacore 2.0 Ghz sebagai dapur pacu dari Prime 7S. Pada bagian pengisian daya, Polytron mengklaim terdapat teknologi turbo charging yang mempercepat waktu pengisian.

Salah satu fitur yang menurut Polytron menjadi andalan yakni penggunaan sistem operasi berbasis android, FIRA OS, yang dikembangkan oleh developer dari dalam negeri. Dengan demikian, pihak Polytron berharap sistem operasi tersebut dapat membantu dan lebih sesuai dengan kebutuhan sehari-hari pengguna smartphone di Indonesia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)