Qajoo Studio Perkenalkan Game Kurusetra Karya Anak Bangsa

Saatnya game lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Untuk itu, Qajoo Studio (dibaca: kayu Studio), sebuah studio kreatif yang memproduksi games dan cerita rakyat Indonesia (ceri), secara resmi merilis mobile strategy game “Kurusetra The Mighty War“ (22/4). Peluncuran mobile game ini ditandai dengan dimainkannya game secara live oleh Alexander Budiman (Alex), founder sekaligus CEO Qajoo Studio didampingi oleh Ariel R. Widjaja, Chief Creative Officer (CCO) Qajoo Studio.

KURUSETRA

Menurut Alex, kehadiran mobile game Kurusetra ini adalah untuk menjawab tantangan akan perkembangan industri game di dunia (khususnya di Indonesia) “Jumlah pecinta game di tanah air sangat besar dan akan terus berkembang. Namun sayangnya, permainan yang ada sekarang didominasi oleh karya dari luar negeri. Padahal Indonesia adalah gudangnya anak-anak kreatif.”

Tidak ingin Indonesia hanya dikenal sebagai kontraktor, Alex bersama anak-anak muda Indonesia yang kreatif, melalui Qajoo Studio memantapkan diri sebagai game developer lokal yang bisa membuat karya Mobile Strategy Game yang tidak kalah dengan negara lain. “Atas semangat tersebut kami menghadirkan mobile strategy game yang mengangkat ceritera legendaris yang telah dikenal oleh masyarakat Indonesia, Kurusetra,” jelas Alex.

Kurusetra adalah mobile strategy game yang terinspirasi oleh perang kolosal Baratayudha, sebuah perang paling legendaris dan paling fair yang pernah terjadi di muka bumi di sebuah kawasan bernama Kurusetra. Dalam mobile game ini akan ditampilkan 5 (lima) tokoh heroik berlatar belakang budaya Indonesia.

Berbeda dengan game lainnya yang juga mengambil perang kolosal Kurusetra, maka game Kurusetra karya Qajoo Studio ini kental dengan nuansa budaya Indonesia. Mulai dari kelima tokoh heroiknya yang menggunakan nama Indonesia yaitu Satria, Kandini, Trisna, Anom dan Juna, juga busana yang digunakan oleh para tokoh tersebut. Musik nya pun digarap dengan memadukan musik tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Termasuk suasana alam sekitar yang sangat bernuansa Indonesia. “Kami ingin menampilkan kekayaan budaya Indonesia dalam game Kurusetra ini. Hal ini kami lakukan karena kecintaan kami terhadap Indonesia dan ingin membawa nama Indonesia ke kancah internasional lewat game yang dibuat oleh para developer asli Indonesia,” tegas Alex.

Ariel menambahkan bahwa berbeda dengan strategi game lainnya, Kurusetra akan memberikan tantangan tiada akhir kepada para penggemar game online dimana pun juga. “Sejak awal, para pemain diharuskan memilih tokoh heroik yang akan diperankannya serta fokus untuk mendalami cerita dan membuat keputusan strategis dibandingkan berlatih untuk sekedar menjadi kuat atau berkuasa,” papar Ariel. Selain itu, game ini juga menjanjikan pengetahuan yang mendalam akan budaya asli Indonesia dengan harapan agar para pemain game ini semakin mengenal Indonesia yang terkenal dengan keanekaragaman budayanya.

Untuk saat ini, tambah Ariel, Kurusetra hanya bisa dimainkan dalam ponsel berbasis IOS yaitu di iPhone dan iPad dengan cara men-download - nya secara gratis di Apple’s App Store. Sebagai modal awal untuk bisa memainkan game ini, para pemain akan dibekali modal senilai 500, herbs (tanaman) 750 poin dan batu mulia berupa zamrud senilai 500. Selain itu, para gamer pun dibekali sebuah rumah beratap jerami untuk memulai persiapan pertempuran panjangnya. Nantinya, apabila pemain ingin meningkatkan permainannya, mereka dapat membeli berbagai keperluan perang dengan menggunakan kartu kreditnya.

“Target utama pemain game Kurusetra ini adalah mereka yang berusia 17 – 35 tahun ke atas. Meskipun sebenarnya game ini sudah bisa dimainkan oleh anak-anak mulai usia 13 tahun, karena cukup mudah dan menyenangkan. Namun tentunya harus dalam pengawasan orang tua,” jelas Ariel yang tidak mengharapkan anak-anak terlalu larut dengan game ini dan terpancing untuk meningkatkan permainannya dengan membeli item menggunakan kartu kredit.

Tim 20: Developer Kurusetra

Mobile strategy game Kurusetra dirancang dengan penuh idealisme oleh para developer lokal. Mereka adalah para copy writer, story board artist, progammer, multimedia desainer , front end developer, 3D artist yang berada di tiga lokasi yaitu Bandung, Jakarta dan Yogyakarta. “Ada sekitar 20 orang yang menjadi tim inti untuk pembuatan game Kurusetra,” ungkap Ariel. Mereka adalah anak muda berbakat asli Indonesia yang selama 1,5 tahun terakhir ini menghabiskan waktu dan energinya untuk bisa menciptakan sebuah strategy game dengan seting perang kolosal Baratayudha yang penuh tantangan namun tetap menghadirkan keseruan dan hiburan.

“Kekayaan kebudayaan Indonesia dan film-film pertempuran yang hebat mendorong kami untuk menciptakan game yang bisa memuaskan imajinasi para pemain,” ungkap Ariel. Itu sebabnya, game ini akan menjadi sebuah game perang kolosal yang panjang dan menantang pemainnya untuk mengasah kepemimpinannya. “Sebagai pemain, Anda harus berjuang bersama dan menang bersama sebagai saudara,” tegas Ariel.

Untuk menciptakan 5 tokoh heroik dalam Kurusetra ini saja, para 3D artist Qajoo harus membuat 2.000 potongan animasi. Ini belum termasuk 10 tokoh pendukung yang ada dalam game ini. Game ini terdiri dari 10 level yang menghadirkan tantangan untuk setiap levelnya. “Game ini tidak diciptakan untuk dimainkan selama 24 jam, tetapi menjadi teman yang menyenangkan saat mengisi waktu senggang atau pun ketika dalam kebosanaan,” katanya.
Untuk bisa menghasilkan efek suara dalam game ini, para developer mencari sumber suara asli dan mengolahnya sendiri di dalam studio milik Qajoo Studio. “Kami punya sound engineer yang bertugas mencari dan mengolah suara “mentah” menjadi sebuah bunyi yang tepat dan artistik, serta menghadirkan kekayaan musik Indonesia,” jelas Ariel.

Mobile Strategy Game Kurusetra

Kurusetra menawarkan pengalaman pertempuran atau perang kolosal dengan latar belakang sejarah perang Baratayudha. Kurusetra ini adalah game epic yang menawarkan tantangan perang kolosal bagi para pemainnya untuk memilih pahlawannya (hero) sendiri dan memimpin pasukan dalam memperebutkan sebuah prasasti. Dalam game Kurusetra, pemain dibebaskan untuk memilih menjadi satu dari 5 tokoh heroik yang ada dalam permainan ini. Masing-masing tokoh hero memiliki kemampuan dan karakternya sendiri yang menantang untuk dimainkan para gamer.

Tokoh Juna, misalnya digambarkan sebagai penjuang yang memiliki kemampuan paling lengkap. Selain memiliki kecerdasan di atas rata-rata, dia juga digambarkan sebagai sosok yang memiliki kemampuan tinggi dalam memanah. Sedangkan sosok Satria, digambarkan sebagai pejuang yang memiliki kekuatan fisik luar biasa, dan Kandini digambarkan sebagai sosok yang memiliki kemampuan belajar cepat. Sementara Trisna adalah sosok dengan kemampuan magis yang kuat, dan terakhir adalah Anom sosok monyet yang bergerak sangat lincah.

Untuk bisa memulai permainan Kurusetra ini, pemain harus terlebih dahulu memilih sosok mana yang akan dimainkannya hingga akhir. Kemudian langkah-langkah yang diambil selanjutnya adalah membangun desa, melatih tentara yang memiliki berbagai keunikan, mempertahankan desa mereka dan bersama pemain lain bergabung untuk memperebutkan sebuah prasasti yang disebut sebagai Segaragni Bayubhumi, yang terletak di gunung penuh daya magis “Megameru”. Para pemain akan ditantang untuk bertindak sebagai pemimpin yang mampu mengatur strategi dan taktik dalam memanfaatkan sumber daya yang ada. Dan memenangkan pertarungan untuk mendapatkan prasasti Segaragni Bayubhumi

Ada 14 fitur unik dalam game ini yang akan membedakannya dengan mobile game lain yaitu: 1) pemain harus memilih satu hero saja untuk dimainkan sepanjang permainan. 2) Hero dapat di upgrade yang ditunjukkan dengan aksesoris atau pakaian yang dikenakannya. 3) pemain dapat memainkan Single War untuk menambah (unlock) pasukan baru dan telah dibuat alurnya, 4) senjata dalam game ini dibuat oleh seorang Empu dan digunakan untuk melatih pasukan, 5) Empu adalah sosok yang memproduksi senjata untuk pasukan, 6) game ini menyediakan pasar untuk pemain menjual item yang telah dibuat oleh Empu, 7) game ini menyediakan seorang abdi (pelayan) untuk membantu pemain mencari item yang diperlukan player di pasar lain, 8) tersedia zamrud sebagai fasilitas pertukaran germ dari satu teman klan, 9) game ini memberi kesempatan pemain menerima tantangan dari pemain lain, 10) game ini memerlukan kepala klan (dewaraja) yang akan dibantu oleh tentaranya (army). 11) Game ini juga menyediakan turnamen antar klan setiap bulannya untuk memperebutkan prasasti. 12) Game ini memberikan sanksi bagi pemain yang menyerang pemain lain saat malam hari dan 13) pasukan yang hidup akan pulang ke camp setelah perang, 14) game ini memberikan penghargaan/label bagi yang meraih peringkat tertinggi.

Menandai peluncuran Kurusetra, Qajoo Studio akan menggelar acara bersama komunitas penggemar game online di Jakarta pada 25 April 2015 mendatang. Acara ini rencananya akan dihadiri oleh sekitar 250 para pecinta game. Untuk memeriahkan susana, Qajoo Studio juga menggelar Game Competition untuk memperebutkan prasasti. “Ajang pertemuan dengan para pecinta game ini, kami harapkan selain dapat memberikan masukan untuk pengembangan game Kurusetra kedepan, juga untuk membangun kecintaan para gamer terhadap karya developer Indonesia. Ini merupakan dukungan bagi kemajuan kreativitas seni khususnya dalam pembuatan game tanah air, ” jelasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)