Racikan Akseleran Memacu Produktivitas Pegawai

Suasana lomba memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 di kantor Akseleran. (Foto : Istimewa)

Manajemen SDM di PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) dirancang sedemikian rupa agar pegawai kian produktif dan mencapai tingkat kebahagian tertentu sebagai tenaga terampil yang mengedepankan prinsip integritas.

Produktivitas pegawai di perusahaan peer to peer lending (P2P lending) mencatat pertumbuhan bisnis dari aspek peningkatan nilai pinjaman dan jumlah investor serta penambahan jumlah SDM. Akseleran yang berdiri pada Kuartal I tahun 2017 ini dinakhodai oleh Ivan Nikolas Tambunan, yang didapuk sebagai CEO dan Co-founder.

Ivan pernah berkarier di firma hukum, Allen & Overy, yang didirikan bersama kakaknya, Mikhail Tambunan, serta konsultan di AJ Capital, Christopher Gultom. Pria lulusan Universitas Indonesia Jurusan Hukum ini pernah mendapatkan penghargaan sebagai Top 100 World’s Best Oralist, International Rounds of the Philips C. Jessup International Law Moot Court Competion, yang berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat pada2009 .

Sebelumnya, dia berpengalaman sebagai transactional banking lawyer, yakni membantu kliennya dalam berbagai transaksi pembiayaan general lending, leveraged finance, project finance, dan real estate finance di Allen & Overy, kantor hukum ternama dari Inggris, yang berkantor di Jakarta dan London. Pria yang juga pernah mendapatkan beasiswa Chevening dari Pemerintah Inggris dan beasiswa Mansion House dari Lord Mayor of London, dengan gelar MSc bidang Law and Finance dan memperoleh Cum Laude dari Queen Mary University of London 2014. Ivan banting stir lantaran memberanikan diri untuk mendirikan Akseleran. Pengalaman Ivan di kantor firma hukum itu dikombinasikan dengan ekosistem serta iklim kerja di perusahaan financial technology yang serba fleksibel, dinamis, kreatif, inovatif dan berbasis target.

Tak mengherankan, gaya kepemimpinan Ivan di Akseleran ini memberi kebebasan kepada pegawainya untuk berkreasi dan berinovasi yang berbasis kinerja. Lantaran demikian, Ivan, seperti disampaikan Rimba Laut, SVP Corporate Communication Akseleran, senantiasa mempercayakan pegawainya dalam mengemban tugas di proyek yang diamanatkan oleh manajemen. “Ivan memberi kebebasan yang bertanggungjawab kepada karyawan yang berdasarkan result. Pegawai berimprovisasi untuk mencapai target dalam mengemban tugas,” tutur Rimba kepada SWA Online di kantor Akseleran, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Jumlah karyawan Akseleran per Agustus tahun ini bertambah menjadi 91 orang, atau lebih banyak dari tahun 2017 sebanyak 6 karyawan. Turn over pegawai relatif rendah yakni di bawah 1%. Komposisi pegawai Akseleran ini kebanyakan adalah karyawan dari generasi milenial. Porsinya sebesar 75% dari jumlah total karyawan itu. “91 pegawai kami tersebar di 8 departemen, yaitu Departemen Marketing, HR &GA, Finance, Credit, Risk & Collection, Legal & Compliance, IT, dan CEO, ” ujar Rimba merini penjelasannya.

Meski berusia muda, karyawan milenilal di Akseleran diberi kepercayaan untuk menuntaskan berbagai program, antara lain program pengembangan pemasaran dan branding awareness guna meningkatkan laju bisnis dan citra merek Akseleran ke masyarakat. Pimpinan Akseleran memacu pegawai ini untuk menghasilan kreativitas dan inovasi. Rasa saling percaya ditunjukkan oleh pegawai jenjang terbawah hingga puncak pimpinan. Lama-kelamaan, tingkat engagement pegawai semakin meningkat. Produktivitas pun melejit. “Kami menghitung produktivitas pegawai mencapai 95%,” cetusnya.

Tingkat produktivitas itu merupakan hasil manis dari rangkaian program yang diinisiasi manajemen Akseleran untuk memanjakan pegawainya. Sebut saja, lomba memperingati HUT Kemerdekaan yang digelar di kantor Akseleran pada 16 Agustus 2019, olahraga rutin antara karyawan, yaitu futsal setiap Kamis, jogging setiap Selasa dan Kamis di Gelora Bung Karno, dan fasilitas gymnasium. Dampaknya menciptakan iklim kerja yang sehat serta menjaga loyalitas karyawan yang memacu roda bisnis perusahaan.

Pada Januari-13 Agustus 2019, perusahaan P2P lending ini menyalurkan pinjaman senilai Rp 630 miliar kepada 1.200 peminjam (borrower). “100% Pinjaman yang disalurkan di Akseleran adalah pinjaman produktif,” ujar Rimba. Tren pinjaman meningkat. Jika, pada Kuartal I/2019, rata-rata pertumbuhan setiap bulannya mencapai Rp 40-50 miliar, maka di kuartal II tahun ini naik hingga mencapai Rp 70-75 miliar/bulan

Adapun, jumlah pemberi pinjaman (lender) alias investor Akseleran di periode itu sebanyak 100 ribu lender. Di tahun ini, Akseleran membidik porsi  investor ritel sebesar 70%. Yang sisanya, investor institusi 30%. Saat ini, investor ritel 90% dan institusi 10%. Akseleran membidik pasar UKM menengah ke atas dengan kisaran penghasilan lebih dari Rp1 miliar per bulan. Plafon pinjaman berkisar Rp 75 juta hingga Rp 2 miliar. Imbal hasil (return) bagi pemberi pinjaman  di Akseleran ini relatif menarik lantaran menawarkan imbal hasil sebesar 18%-21% per tahun dan tingkat gagal bayar terkendali. Untuk memitigasi risiko, Akseleran menyalurkan pinjaman kepada UKM yang memiliki agunan berupa jaminan fidusia atas tagihan atau inventory peminjam. Jenis pinjaman berupa pinjaman berbasis invoice, capex fund, dan inventory.

Edukasi Masyarakat
Tantangan yang dihadapi karyawan Akseleran adalah mengedukasi masyarakat layanan P2P lending yang relatif masih baru, serta dalam menjaga tingkat kredit macet (NPL) mereka agar tetap rendah. “Makanya itu, karyawan kami berkreasi memasarkan dan mempromosikan Akseleran di media sosial, yakni Facebook, Instagram, dan YouTube serta promosi offline yang bekerjasama dengan berbagai mitra. Rencananya, menurut Rimba, Akseleran bakal merilis seri video yang ditayangkan di bioskop.

Sebelumnya, Akseleran pada Juli 2018 mengumumkan pendanaan Pra Seri senilai US$ 1,85 juta. Investor itu diantaranya bersumber dari PT Bintraco Dharma Tbk (CARS), perusahaan keluarga yang berbasis di New York, dan sejumlah angel investor. Dana segar ini digunakan untuk mengembangkan teknologi, khususnya di bidang UI/UX demi meningkatkan kenyamanan pengguna Melakukan metode promosi baru, seperti dengan pembuatan kode referral dan pemasangan iklan di billboard, merekrut karyawan untuk menjadi perwakilan Akseleran di beberapa daerah di Pulau Jawa, seperti Jogja, Solo, Surabaya, dan Semarang. Tim di daerah tersebut bertugas untuk mencari lender dan borrower.

Akseleran menargetkan menyalurkan pembiayaan di tahun 2019 ini senilai Rp 1 triliun. Strateginya dengan mengintensifkan produk dan kanal penyaluran pinjaman, memperbanyak kemitraan, khususnya dalam skema supply-chain financing serta memperbanyak kolaborasi channeling dengan lembaga pembiayaan. “Kami berkolaborasi bersama 6 lembaga pembiayaan,” ungkap Rimba. Contohnya, Akseleran pada Juli meneken kerjasama dengan Mandiri Tunas Finance. Kerjasama ini menambah kemitraan Akselean dengan lembaga lainnya, yaitu Andalan Finance yang merupakan anak perusahaan Bintraco Dharma, kemudian Indosurya Finance, Mandiri Tunas Finance, dan Global Indo Finance.Sedangkan skema partnership sudah menggandeng Buka Lapak dan Tokopedia memberikan pinjaman mikro kepada pedagang di e-commerce tersebut. “Kami juga bekersama dengan Hipmi Jaya untuk memberikan pinjaman produktif,” ujar Rimba.

Di sisi lain, celah (gap) investasi di Indonesia sendiri masih sangat besar. Menurut OJK, masyarakat Indonesia kekurangan dana pinjaman sebesar Rp 1.000 triliun. Sedangkan menurut data Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), para startup pinjaman online di tanah air baru bisa memfasilitasi sekitar Rp 3-4 triliun. Sementara itu, Akseleran pada Juni 2017 terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan untuk menggarasp bisnis P2P lending. “Target penyaluran pinjaman Akseleran di tahun 2020 senilai Rp 2 triliun,” jelasnya.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)