Rahasia di Balik Kuatnya Notebook Xenom

Sistem pendingin (laptop cooling system) menjadi salah satu elemen terpenting dalam sebuah notebook untuk menjaga temperatur tetap stabil. Terlebih lagi notebook gaming yang kerap menjalankan aplikasi game hingga berjam-jam, bahkan sampai seharian.

Kebanyakan notebook mengalami kerusakan atau kepanasan (overheating) setelah penggunanya memainkan game selama berjam-jam. Itu hal yang normal terjadi. Penyebabnya, temperatur mesin notebook yang terlalu panas langsung "menyerang" kinerja GPU atau kartu grafis.

Dampaknya, di sisi pengguna, kualitas visual pada notebook akan menurun seiring frame per second (fps)-nya turun. Agar kembali normal, notebook yang bekerja keras itu harus diistirahatkan sampai temperaturnya turun atau dingin.

Sebaliknya, Xenom, brand notebook gaming lokal pertama di Indonesia, mengklaim bahwa seluruh tipe notebooknya, yaitu Pegasus, Siren, Shiva, Phoenix, dan Hercules, bisa mendukung aktivitas gaming hingga 24 jam penuh. Teruji tanpa hambatan.

notebook gaming xenom

"Rata-rata pengguna menghabiskan waktu enam hingga delapan jam sehari untuk bermain game. Beberapa gamers malah rela bermain seharian hingga 12 jam kalau akhir pekan. Tidak semua notebook mampu meladeni itu. Kadang-kadang laptop menjadi panas, dan lama kelamaan mesin, prosesor, dan GPU jadi rusak,” terang Rolly Edward, General Manager Xenom Indonesia, Jumat (1/11/2013).

“Tapi, notebook Xenom berbeda. Notebook kami mampu meladeni aktivitas gaming sampai 24 jam penuh, main game non-stop. Kami ingin gamers bisa bermain game lebih convenient," ujar dia.

Apa yang membuat notebook Xenom begitu kuat dan tahan lama? Menurut Rolly, arsitektur sistem pendingin yang cerdas dan efisien bisa membuat kinerja notebook lebih maksimal. Pada seluruh tipe notebook-nya, Xenom memakai arsitektur sistem pendingin di mana pipa penyalur panas dari prosesor dan GPU dibuat terpisah.

Sistem pendinginan terpisah semacam ini memastikan kedua komponen utama tersebut terjaga temperaturnya, tetap rendah dan tidak saling mengganggu.

Pada notebook biasa, pipa penyalur panas dibuat hanya satu jalur ke heat sink, sehingga panas dari prosesor akan melalui GPU baru kemudian heat sink. Akibatnya, ketika notebook menjalankan game dalam waktu yang lama, panas GPU dapat mempengaruhi CPU atau sebaliknya. Saat suhu meningkat tinggi, umumnya notebook akan menurunkan performa CPU atau GPU agar sistem tetap normal. Namun, hal ini mengakibatkan kenyamanan gaming terganggu karena game membutuhkan performa optimal dari sistem.

"Inilah bedanya notebook gaming dan notebook biasa. Notebook Xenom selalu menjaga performa karena jalur pendinginnya dibuat terpisah, satu untuk prosesor, satu untuk kartu grafis. Kalau begini, kinerja notebook bisa setara dengan desktop PC," jelas Rolly.

"Dengan arsitektur sistem pendingin ini, notebook Xenom menjaga agar temperatur tidak mencapai batas maksimum, sehingga kinerja notebook dan prosesor bisa terjaga dan tahan lama. Makanya, notebook ini secara genetik memang dilahirkan sebagai notebook gaming," tutup dia.

Sebagai informasi, di awal kemunculannya, pada tanggal 12 September 2013 lalu, Xenom langsung menggebrak pasar dengan lima tipe notebook berdasarkan segmen pengguna, yaitu Pegasus, Siren, Shiva, Phoenix, dan Hercules. Tiap-tiap karakter menawarkan dimensi dan performa yang berbeda sesuai kelebihan dari masing-masing karakter.

Tiap-tiap notebook Xenom berbekal prosesor Intel Core generasi keempat, dan kartu grafis generasi ketujuh yang paling anyar dari Nvidia. Dan, Xenom pun mengukuhkan diri sebagai vendor notebook gaming pertama di Indonesia yang menyuguhkan pilihan layar mulai 13 inci sampai 17 inci. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)