Rakuten Momentum 2014 dan Prediksi 2015

Sejak listing di Tokyo Stock Exchange bulan Desember 2013, Rakuten terus bertumbuh dan mendiversifikasi produknya, terutama di area konten digital, layanan keuangan dan travel. Di tahun 2014, perusahaan Jepang tersebut juga menyediakan dana investasi US$100 juta  melalui Rakuten Ventures, venture capital korporasi tahap awal yang berfokus memberdayakan ekosistem startup untuk memberi dampak positif kepada layanan internet secara global.

Rakuten-Indonesia

“Pertumbuhan Rakuten di m-commerce, marketplace Rakuten di Asia Pasifik telah memperlihatkan peningkatan signifikan pada pemesanan melalui perangkat mobile, dengan Thailand mencatat peningkatan tertinggi yaitu 819% dari tahun ke tahun pada November 2014. Singapore, Indonesia, dan Taiwan juga menunjukkan peningkatan lebih dari 30% pemesanan yang dilakukan melalui perangkat mobile pada Q3 2014," kata Masaya Ueno, Director of Rakuten Asia Pte Ltd, Head of Business Development Division dan Country Head Indonesia

Jelang pergantian tahun, Masaya merangkum beberapa prediksinya tentang bagaimana industri ritel global akan berkembang selama 12 bulan ke depan. Pertumbuhan perdagangan lintas-batas akan semakin cepat pada tahun 2015 sesuai dengan kesempatan yang diberikan para marketplace global kepada konsumennya untuk membeli dari peritel dari mana saja di dunia.

Seiring pertumbuhan mobile commerce yang terus mendorong belanja online secara keseluruhan, penjualan e-commerce diperkirakan akan meningkat 20,1 persen pada akhir 2014, melewati US$1,5 triliun untuk pertama kalinya secara global. Di Asia Pasifik, pasar e-commerce B2C secara keseluruhan telah tumbuh hampir dua kali lipat dari US$ 300 milyar menjadi US$ 525 milyar dalam dua tahun terakhir, sedangkan penjualan e-commerce di Indonesia diharapkan naik 45.1% sebelum akhir tahun 2014.

"Walaupun rasio pertumbuhan agak menurun pada tahun 2015 secara global, peritel dapat berharap melihat penjualan e-commerce naik 17,7% menjadi US$1,77 triliun seiring dengan pasar yang semakin matang. Asia Pasifik diperkirakan akan berkontribusi sebesar US$680 milyar, sedangkan Indonesia diharapkan bertumbuh US$10 milyar pada akhir tahun 2015,"papar Masaya.

Menurut Masaya, tahun 2014 diperkirakan 25% konsumen di Indonesia menggunakan perangkat mobile untuk berbelanja online. Sementara itu, fenomena “mobile-first” juga merambah Asia Pasifik dimana pengguna online mengakses internet hanya melalui perangkat mobile.

"Seiring bertumbuhnya tren ini, Rakuten memperkirakan akan semakin banyak peritel berinvestasi di marketing dan retailing mobile tahun depan untuk mengkapitalisasi pertumbuhan cepat segmen m-commerce. Hal ini akan mendorong adopsi yang lebih besar terhadap perdagangan omni-channel, karena bisnis ingin memberikan pengalaman yang sama lintas berbagai platform," ungkapnya

“Dengan pasar e-commerce Indonesia yang diprediksi mencapai US$10 miliar di tahun 2015, kompetisi akan semakin sengit seiring semakin banyak pemimpin industri yang melihat Indonesia sebagai medan perang berikutnya untuk e-commerce. Investasi US$ 100 juta baru-baru ini oleh Sequoia pada Tokopedia yang mengikuti langkah serupa yang dilakukan pemain besar lainnya, seperti Elevenia (SK Telecom Korea), Lazada (Rocket), dan pemain lokal yang setara seperti Blibli. Menonjol dalam kompetisi ini menjadi semakin sulit, kecuali bila Anda memiliki proposisi unik untuk merchant dan konsumen,” tutup Masaya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)