Restock Peroleh Investasi US$ 1 Juta untuk Pembiayaan UMKM

Muhammad Farid Andika, CEO Restock. (Foto : Istimewa)

PT Cerita Teknologi Indonesia (Restock.id), perusahaan teknologi finansial peer to peer (P2P) lending, memperoleh investasi pada fase seed funding senilai US$ 1 juta dari lembaga modal ventura lokal, yaitu Tunas Nusantara Kapital TNK beserta Silverbacks Ventures dan sejumlah angel investor di 2020. Restock merupakan perusahaan P2P lending pertama di Indonesia yang menyediakan akses pembiayaan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan skema inventori usaha sebagai jaminan dalam proses pembiayaannya. Sejak beroperasi, Restock menyalurkan pembiayaan senilai Rp 200 miliar kepada lebih dari 50 UKM ritel di Indonesia, dengan TKB 90 (tingkat keberhasilan bayar) sebesar 100%, serta menjajaki sejumlah kerjasama dengan Octopus, perusahaan rintisan manajemen sampah dan sejumlah institusi keuangan, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga (AGRO) dan BPRS HIK.

Seiring berkembangnya industri e-commerce di Indonesia, maka semakin banyak bermunculan brand lokal yang potensial, namun belum memiliki akses kepada pendanaan yang sangat dibutuhkan untuk mengembangkan usaha. Padahal, UKM ritel yang mampu menggunakan teknologi di industri e-commerce terbukti dapat bertahan dan terus berkembang meskipun di masa pandemi Covid-19 ini. “Kami memosisikan diri bukan hanya sebagai platform pembiayaan, tetapi juga sebagai rekan belajar dan diskusi dalam membuat keputusan usaha yang dapat berdampak besar terhadap finansial dan pertumbuhan usaha mereka,” ujar Muhammad Farid Andika, CEO Restock pada pernyataan tertulis di Jakarta pada akhir pekan lalu.

Beberapa klien UKM Restock terbilang sukses karena berhasil mengembangkan usahanya terlihat dari pertumbuhan penjualan sebesar tiga hingga delapan kali lipat sepanjang tahun 2020. “Kami berusaha untuk selalu mengembangkan berbagai produk dan ekosistem digital terbaik kepada UKM ritel Indonesia agar dapat belajar dan tumbuh lebih cepat menggunakan teknologi yang akan kami dan rekan usaha kami tawarkan, sehingga pergerakan brand lokal akan tumbuh semakin besar dan semakin cepat di Indonesia,” ungkap Farid.

Restock yang telah terdaftar dan diawasi OJK sejak Agustus 2019 menyampaikan bahwa perusahaannya telah mencapai keuntungan (profitability)pada kuartal IV/2020 dan akan tetap memastikan usahanya berjalan sesuai dengan arahan dan petunjuk dari OJK, sebagaimana diatur dalam POJK 77 tahun 2016.

Ke depannya, Restock berencana untuk membangun ekosistem dan produk-produk digital lainnya di lingkungan e-commerce seperti warehouse management system (WMS), point of sales (POS), pergudangan serta logistik untuk dapat membantu para penjual toko dalam jaringan (daring/online) agar dapat berkembang di ekosistem digital (digital closed loop ecosystem). Selain itu, Restock juga berniat melakukan pengembangan usaha yang ditujukan untuk membangun suatu sistem penilaian kredit yang berbasis AI (artificial intelligence) untuk mempercepat pengembangan UKM di Indonesia pada tahun 2021 ini. “Kolaborasi Tunas Nusantara Kapital (TNK) dan Restock diharapkan dapat mengisi kebutuhan para UKM ritel di industri e-commerce untuk pendanaan dengan skema yang lebih tepat sesuai dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat,” imbuh Tiar, founder Tunas Nusantara Kapital. (*)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)