Riset Ini Memandu Startup Mengembangkan Talenta Digital

Foto : Dok

Riset Growth & Scale Talent Playbook yang diluncurkan oleh firma modal ventura Alpha JWC Ventures bersama konsultan global Kearney dan Grit (platform rekrutmen), mengidentifikasi 9 dari 10 perusahaan teknologi di Asia Tenggara menghadapi tantangan dalam rekrutmen dan manajemen karyawan. Sebaliknya, 91% karyawan mengaku terbuka untuk meninggalkan perusahaan mereka bila ada kesempatan baru.

Buku panduan ini bertujuan untuk mengedukasi serta membina startup dan perusahaan digital dalam menarik, mengelola, dan mempertahankan tenaga kerja. Survei ini melibatkan ratusan karyawan startup dan hampir 40 pendiri startup di enam negara ASEAN. Talent Playbook ini bertujuan mengedukasi dan membantu pendiri (founder) maupun calon founder r perusahaan rintisan (startup) digital dalam menarik, mengelola, dan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang efektif dan berkelanjutan.

Panduan ini mencakup temuan-temuan utama seputar evolusi persyaratan tenaga kerja dari berbagai tahapan startup, mulai dari pre-seed hingga unicorn, berdasarkan survei ke ratusan karyawan startup dan puluhan pendiri atau pemimpin perusahaan di 6 negara ASEAN yang dipadukan dengan paparan data sekunder serta analisis industri terkini. Selain itu, terdapat juga poin-poin yang dapat dijadikan landasan bagi perusahaan untuk menarik, mengelola, dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dengan spesialisasi di bidang teknologi secara efektif.

Salah satu temuan terpenting riset ini adalah 9 dari 10 perusahaan teknologi mengalami kesulitan dalam merekrut karyawan berkualitas terutama yang memiliki kemampuan teknis dan non-teknis. Padahal, kebutuhan akan talenta digital akan terus meningkat pada tahun mendatang. Di Indonesia, pasar ICT (Internet, Communication, and Technology) diproyeksi meningkat hingga lebih dari 48% dari tahun 2021-2026 mencapai hampir US$ 49 miliar. Maka, tidak heran jika kebutuhan tenaga digital akan meningkat 1,4 – 1,8 kali pada 2026 apabila dibandingkan dengan saat ini.

Dengan persaingan tenaga kerja yang ketat dan pergeseran mindset pekerja, serta tantangan ekonomi yang sedang berlangsung, sangat penting bagi para pimpinan startup untuk mengetahui tantangan-tantangan yang dihadapi di lanskap tenaga kerja. Selain itu, pimpinan startup harus mempersiapkan diri untuk menavigasi tantangan-tantangan makroekonomi yang memiliki dampak pada perekrutan.

Para pendiri startup juga perlu diedukasi mengenai perbedaan peran-peran dan posisi-posisi yang dibutuhkan sesuai dengan skala perusahaan. Seiring dengan perkembangan perusahaan, perekrutan bukanlah satu-satunya hal penting dalam membangun tim. Perusahaan harus berupaya penuh dalam mengelola dan mempertahankan talenta yang mereka miliki.

Berdasarkan survei, ditemukan bahwa terdapat tiga tantangan utama bagi para perekrut dalam mempertahankan karyawan yaitu kompensasi, ketidakcocokan antara keterampilan dan pengalaman, serta persepsi akan perusahaan sebagai tempat yang sesuai untuk karyawan mengembangkan karier (employer branding).

Dalam proporsi perusahaan yang disurvei, perusahaan tahap awal menghadapi masalah yang lebih besar dengan kompensasi, sementara korporat dan perusahaan tahap akhir menghadapi masalah yang lebih besar dengan persepsi citra perusahaan. Kegagalan untuk mengatasi masalah ini akan menyebabkan tingkat perputaran karyawan yang tinggi.

Beragam Faktor

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)