Schneider - Surya University Berikan Solusi Efisiensi Energi

Berangkat dari fenomena urbanisasi, industrialisasi dan kondisi krisis energi yang semakin nyata, efisiensi energi menjadi suatu hal yang mutlak. Oleh karena itu, Schneider Electric Indonesia menjalin kerja sama dengan Surya University untuk berfokus pada pengembangan konsep dan solusi efisensi energi.

Perusahaan global di bidang pengelolaan energi dan otomatisasi ini bekerja sama dengan Surya University, dalam pembangunan fasilitas laboratorium praktikum yang mengetengahkan berbagai solusi pengelolaan energi di sepanjang siklus hidup pengonsumsian energi.

Kerja sama yang terbentuk sejak tahun 2014 lalu ini selaras dengan visi dan misi Surya University, yaitu memainkan peran kunci dalam kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha dan industri untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi.

MoU signing Scheneider electricity dan Universitas Surya MoU signing Schneider electricity dan Universitas Surya

Riyanto Mashan, Country President Schneider Electric Indonesia, menuturkan, “Melalui laboratorium praktikum ini, kami berkomitmen penuh untuk mendukung aktivitas pendidikan, riset dan pengembangan solusi efisiensi energi di lingkungan akademik melalui kolaborasi antara para tenaga ahli dari kedua belah pihak.”

Laboratorium ini didukung oleh berbagai solusi Schneider Electric yang sangat peka terhadap perkembangan zaman, terutama di era digitalisasi atau Internet of Things yang kini semakin dikedepankan di industri pengelolaan energi.

Prof. Yohanes Surya, PhD, Dewan Pembina Yayasan Surya Institute, mengatakan, “Fasilitas ini merupakan bagian dari upaya kami dalam mewujukan‘Center of Excellence’ di kampus Surya University, yaitu pusat riset efisensi energi dan kurikulum terbaru untuk keperluan edukasi, riset serta sosialisasi efisiensi energi baru dan terbarukan. Saya harap kehadirannya akan mampu menarik minat para mahasiswa untuk semakin mendalami penelitian tentang efisensi energi, energi baru dan terbarukan.”

Keseluruhan rangkaian edukasi ini akan memanfaatkan pengetahuan para peneliti dari Surya University dan teknologi serta keahlian Schneider Electric, khususnya dari business unit solar untuk mengurangi kesenjangan energi yang banyak terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Secara makro, edukasi ini merupakan bagian dari program Access to Energy, yaitu komitmen Schneider Electric Foundation untuk mengedukasi 1 juta generasi muda di seluruh dunia hingga tahun 2025 mendatang.

Selain itu, Schneider Foundation yang berkedudukan di Paris, Perancis, melalui Schneider Electric Indonesia, Surya University dan mitra Schneider Electric lainnya, yaitu Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Anugerah Anak Sumba yang berdomisili di Waingapu, Sumba Timur – NTT juga menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) yang dibuat untuk memajukan pengetahuan generasi muda di daerah tertinggal akan berbagai solusi efisiensi energi yang mampu menunjang kenyamanan dan kesejahteraan hidup di lingkungan tempat tinggal mereka.

Mengenai MOU ini, Riyanto, menjelaskan bahwa Schneider Electric, kampus Surya University dan LKP Anugerah Anak Sumba akan mengedukasi mahasiswa, generasi muda putus sekolah dan tuna karya dari daerah terpencil dan tertinggal mengenai ilmu pengetahuan dasar elektronik dan juga teknologi photovoltaic (PV) tenaga surya untuk kemudian mereka terapkan di daerah mereka masing-masing. Terlebih lagi, MOU yang disepakati hari ini juga nantinya akan memungkinkan Surya University untuk menjangkau dan memajukan pengetahuan generasi muda di berbagai pelosok Nusantara. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)