Siasat Cisco Buka Pasar Security System

Dunia bisnis saat ini semakin tak bisa dipisahkan dari teknologi digital. Sayangnya, 1 dari 3 perusahaan masih menilai transformasi digital bukan hal yang penting untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya. Untuk yang sudah sadar, faktor keamanan sistem seringkali luput dari perhatian. Padahal, Indonesia adalah negara dengan tingkat kejahatan siber terbesar, mengalahkan China di posisi kedua.

"Perusahaan finansial dan banking serta ritel, dalam pengamatan saya di sini, yang sudah melihat security sebagai hal penting dalam transformasi digital. Belum banyak perusahaan yang menyadari pentingnya proteksi securty berlapis dalam transfomasi digital yang mereka lakukan. Mereka merasa aman setelah memasang firewall. Padahal belum, harusnya security dalam TI mereka menyeluruh," kata Budi Santoso, Country Managing Director PT Cisco Systems Indonesia.

Budi Santoso, Country Managing Director PT Cisco Systems Indonesia (kiri)

Data dari Polhukam, lanjut dia, serangan siber di Indonesia pada 2015 meningkat 33% dari tahun sebelumnya. Serangan tidak hanya dari luar, tetapi juga dari dalam negeri. Indonesia kini nangkring di posisi pertama dengan trafik cybercrime di dunia 40%, sementara China sebesar 38%. Apalagi, kesadaran akan pentingnya awareness akan keamanan sistem di perusahan belum tinggi. Hal ini tentu saja berbahaya dan harus menjadi perhatian utama para pengusaha.

"Saya melihat CIO (Direktur TI) masih banyak yang menganggap enteng security. Sudahlah kita transformasi dulu, kata mereka, security nanti dulu. Mereka belum mem-budget-kan secara khusus soal ini. Bahkan, ada yang ekstrem, karena risiko keamanan, mereka memilih tidak menjalankan transformasi digital sekalian. Padahal, risikonya lebih besar. Mereka akan tertinggal, kalah kompetisi atau ditinggal pelanggan," kata dia.

Untuk memperkenalkan pentingnya keamanan sistem, dia menjelaskan, Cisco meninggalkan cara-cara lama seperti presentasi tentang beragam layanan yang dimiliki. Kini, mereka lebih aktif dengan memberikan trial dengan memasang perangkat sehingga calon klien bisa melihat lebih banyak manfaat yang diperoleh. Nama programnya adalah See More, yang telah dipraktikkan selama 6-8 bulan terakhir.

"Reputasi perusahaan dan direksi sangat penting. Budget akhirnya dicari untuk meningkatkan security jaringan mereka. Kami bisa memberikan 13 jam respon penyelesaian masalah setelah perusahaan mendapat serangan di jaringan mereka. Padahal, di industri paling cepat 100 jam. Kami masih jadi top one atau top two tahun depan untuk security traffic di dunia," kata dia. (Reportase: Herning Banirestu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)