Sinergi Tiga Institusi Ini Berikan Pengalaman 4G LTE Terbaik

Mulai beroperasi di Indonesia sejak tahun 2011, Smartfren terus melakukan inovasi agar dapat tumbuh dan bersaing di pasar Indonesia. Di awal tahun 2016, Smartfren mulai menyediakan layanan Voice over Long Term Evolution (VoLTE) secara komersial.

VoLTE merupakan fitur teknologi yang menggunakan standar dan prosedur untuk komunikasi suara dan data berbasis jaringan 4G LTE. Teknologi ini merupakan satu metode untuk menciptakan, menyiapkan dan mengatur suara berkecepatan tinggi, video dan layanan pesan melalui jaringan nirkabel 4G dan perangkat yang mudah dibawa.

20160617_162734-640x480

Keunggulan dari teknolgi VoLTE ini adalah dapat melakukan waktu panggilan lebih cepat dan stabil. Selain itu, teknologi ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan panggilan suara dan download atau browsing secara bersamaan. Tidak hanya untuk panggilan suara yang stabil dan kualtas HD voice, namun untuk video call pun bisa lebih stabil.

Baru-baru ini Smartfren, Nokia dan Qualcom mengumumkan kesuksesannya melakukan uji coba 3 carrier aggregation pertama di Indonesia.Uji coba ini menggunakan Mobile Development Platform Smartphone (MDP/S) atau lebih dikenal sebagai perangkat prototipe yang ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon 820.  Selain itu, beroperasi pada jairngan 4G LTE Advanced Smartfren dan menggunakan teknologi LTE Advance Nokia Networks.

Kombinasi 3 carrier aggregation ini memungkinkan Smartfren untuk menggarap spektrum 10 Mhz di FDD 850MHz dan spektrum 10 Mhz + 20 Mhz di TDD 2.3 GHz, yang dapat menghasilkan kecepatan emncapai hingga 240 Mbps. Saat ini jangkauan 4G LTE Advanced Network yang dimiliki Smartfren sudah mencapai 188 kota. Dan di tahun 2016 ini juga Smartfren hadirkan layanan baru yang memungkinkan penggunanya melakukan panggilan suara (telepon) yang dapat digunakan melalui koneksi Wifi.

Dengan adanya uji coba teknologi 3 carrier aggregation ini, memungkinkan Smartfren untuk menyediakan kecepatan unduh dan kinerja aplikasi yang lebih cepat dan tinggi. Di samping itu, konektivitas dan cakupan wilayah yang lebih luas juga dapat dinikmati oleh penggunanya. “Kesiapan dari ekosistem mobile end to end akan meentukan kesuksesan dari implementasi teknologi carrier aggregation. Tantangan yang harus dihadapi oleh industri telekomunikasi di Indonesia adalah kecepatan konektivitas dan luasnya cakupan jaringan,” kata Christian Daigneault, CTO Smartfren.

Ripudaman Lamba, Head of Customer Team Nokia Networks, menyampaikan, dengan teknologi canggih dari Nokia, Smartfren akan mampu meningkatkan kinerja jaringannya menyediakan pengalaman mobile broadband kelas dunia kepada pelanggan.

“Kolaborasi dengan Smartfren memungkinkan Qualcomm untuk menciptakan ekosistem mobile yang kondusif di Indonesia. efektivitas ekosistem ditentukan oleh kesiapan operator teekomunikasi, produsen perangkat mobile dan produsen mobile processor. Kami sangat antusias untuk menyaksikan bagaimana teknologi kami dapat membantu warga negara Indonesia setelah ini diterapkan oleh Smartfren,” kata Shennedy Ong, Country Director Qualcomm Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)