Sistem GOLD Exxon Bisa Tekan Biaya Produksi Tambang Hingga 30%

Produktivitas pertambangan mulai menurun sejak jatuhnya harga komoditi seperti batubara di pasar global pada duatahun terakhir. Hingga kuartal I/2017, data Badan Pusat Statistik menunjukkan sektor pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi negatif 0,49%.

Perusahaan-perusahaan produsen aneka komoditi tambang pun semakin hati-hati dalam mengembabgkan bisnisnya. Efisiensi menjadi hal yang sangat diwajibkan guna menekan ongkos produksi. Melihat kondisi ini, Exxon Mobil Lubricants kemudian mengeluarkan teknologi terbarunya sebagai solusi yaitu GOLD (Grease-Way Logistics and Distribution) .

GOLD adalah sistem yang disediakan sebagai pengganti wadah penyimpanan produk pelumasan. Sistem GOLD dapat menyimpan hingga 816 kg pelumas atau setara dengan 5 wadah pelumas konvensional. Selain itu sistem ini juga mampu melindungi pelumas selama proses pemindahan dan distribusi dari kontaminasi udara atau air.

Meyki Budi Ferdian, National Sector Mining Manager, Exxon Mobil Lubricants Indonesia menjelaskan, perusahaan tambang migas yang menggunakan sistem Gold dapat menekan biaya produksi, tepatnya biaya logistik 10-20%.

Sistem tersebut juga bisa mengurangi kerugian produksi akibat kehilangan pelumas sisa yang terbuang dalam wadah konvensional. Meyki menjelaskan jika sebelumnya dalam wadah konvensional sisa pelumas yang terbuang bisa mencapai 5% dari kapasitas wadah, maka dengan Gold sisa pelumas yang terbuang hanya 1%.

Di Amerika Serikat para ahli dari Mobil Lubricants merekomendasikan penggunaan sistem Gold ini kepada sebuah perusahaan tambang batubara sebagai proses ujicoba. Hasilnya perusahaan tersebut bisa menghemat biaya proses keamanan dan pengurangan wakty yang dibutuhkan untuk mengisi truk pemindah pelumas sebesar US$ 19.750 atau setara dengan Rp263 juta.

Selain itu jumlah sisa limbah pelumas dalam wadah juga menurun, jika dikonversi maka nilai yang diselamatkan dari penurunan jumlah limbah setara dengan Rp 25 juta. Dengan demikian perusahaan berpotensi melakukan penghematan sebesar US$ 21.662 atau setara Rp288 juta per tahun.

“Sistemnya dispensing sehingga tidak lagi menggunakan drum atau tanki, jadi hemat waktu dan tenaga kerja,”jelas Meyki. Rata-rata perusahaan bisa melakukan efisiensi biaya produksi 30% dari total investasinya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)