Solusi Tiket Terpadu Transportasi Umum Sangat Dibutuhkan

Infrastruktur transportasi umum di Indonesia terutama di kota-kota besar sedang dilakukan banyak pembenahan. Setidaknya dalam lima tahun mendatang, negara ini akan memiliki sarana transportasi terintegrasi yang baik seperti negara-negara tetangga. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah guna menyelesaikan masalah keruwetan kemacetan lalu lintas serta meningkatkan kemampuan kota untuk menjadi tempat hidup yang lebih nyaman. Untuk mendukung infrastruktur transportasi umum terpadu yang baik (bis, KRL, MRT) tentu dibutuhkan dukungan dukungan solusi teknologi pertiketan yang bagus pula.

Sistem pertiketan dan pembayaran tarif yang terpadu ini dikenalkan oleh Vix Techlogy. Perusahaan ini telah berhasil memenangkan kepercayaan dari Transport & Traffic Policy and Planning (OTP) Thailand pada bulan April tahun ini untuk mendirikan sebuah balai kliring untuk layanan jalur kereta api baru di Bangkok.

Tiket

Proyek tersebut merupakan kontrak pembangunan Balai Kliring Pusat ketiga yang telah dimenangkan Vix Technology dalam empat tahun terakhir. Nilainya sekitar 300 juta Baht yang merupakan usaha patungan (joint venture) yang dibentuk Vix Technology bersama dengan Bangkok Mass Transit System Public Company Limited (BTS Group) dan Smart Traffic Ltd pada 2013.

Balai Kliring tersebut akan dirancang agar mampu memproses 10 juta transaksi per hari (dengan kemungkinan kapasitasnya ditingkatkan menjadi 20 juta transaksi per hari) di jalur kereta api kota, termasuk tiket Purple Line sepanjang 23 kilometer. Saat ini, Purple Line tengah dalam pengerjaan oleh Mass Rapid Transit Authority of Thailand.

Proyek ini merupakan bagian dari program nasional satu tiket angkutan umum yang dicanangkan Kementerian Transportasi Thailand di seluruh negeri yang didukung oleh satu sistem pertiketan dan balai kliring.

Transport & Traffic Policy and Planning (OTP) Thailand menargetkan proyek ini akan memperbaiki efisiensi, meningkatkan penggunaan sistem angkutan umum serta membantu pemerintah Thailand membuat perencanaan sistem infrastruktur yang lebih baik.

Selain itu pada tanggal 29 Juli 2015, Vix Technology memenangkan kontrak senilai Rp 276 miliar dari Malaysian Land Public Transport Commission (SPAD) untuk merancang sebuah platform yang memadukan operator-operator beragam transportasi angkutan umum di bawah satu sistem pembayaran non-tunai terpadu (Integrated Cashless Payment System – ICPS).

Sebagai pengembang sistem kartu cerdas transportasi publik yang pertama di dunia pada 1987, Vix Technology merupakan perusahaan terdepan dalam memadukan solusi pertiketan cerdas (smart ticketing), pembayaran, informasi real-time dan pengelolaan data untuk jaringan transportasi publik berskala besar di berbagai belahan dunia, termasuk Seattle, Stockholm, Cape Town, Wellington dan Melbourne.

Vix Technology memiliki sejarah panjang dalam penyediaan solusi pertiketan dan pembayaran cerdas bagi sistem transportasi publik di negara lain di Asia Tenggara, seperti Hong Kong dan Singapura. Perusahaan yang sudah 25 tahun bergelut di solusi ini, juga telah membangun sebuah balai kliring pusat terbesar di Beijing, ketika Olimpiade 2008 akan dihelat yang mampu memproses lebih dari 10 juta penumpang transportasi per hari.

“Diraihnya kontrak dari Malaysia merupakan sebuah pengakuan akan pengalaman, kehandalan dan rekam jejak panjang perusahaan dalam menyediakan solusi teknologi termutakhir di sektor transportasi angkutan umum di Asia Pasifik maupun di dunia,” kata Steve Gallagher, CEO Vix Technology.

Menurutnya, dengan mulai perkembangan pembangunan infrastruktur transportasi umum terpadu di Indonesia terutama di kota-kota besarnya, tentu Indonesia menjadi pasar penting bagi Vix Technology. Pihaknya akan bersemangat membantu pemerintah suatu negara dalam mewujudkan visinya untuk mengembangkan transportasi publik yang lebih baik dan terpadu bagi masyarakat agar negaranya bisa berdiri sejajar dengan jaringan transportasi publik terpadu yang termaju di dunia.

Mohamad Nur Ismal Bin Mohamed Kamal, Chief Executive Officer (CEO) Land Public Transport Commission Malaysia, mengatakan Vix Technology memegang peran yang penting dalam mewujudkan visi Malaysia untuk memiliki sebuah sistem pertiketan dan pembayaran transportasi publik terpadu. Sistem satu kartu cerdas akan memudahkan, mempercepat dan meningkatkan kenyamanan perjalanan bagi semua warga Malaysia dan wisatawan.

Saat ini perusahaan ini menangani 5 miliar transaksi per tahun melalui solusi sistem layanan pemesanan (smart booking), pertiketan (smart ticketing), pembayaran cerdas (smart payments), informasi real-time dan pengelolaan data untuk jaringan layanan angkutan berskala besar dengan lebih dari 200 pelanggan di seluruh dunia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)