Strategi Digital Indosat: Lekat dengan Keseharian

Hidup di zaman sekarang tak akan lengkap tanpa kehadiran smartphone di tangan. Ponsel pintar itu punya beragam kegunaan, dari mulai kita bangun pagi hingga tidur lagi di malam harinya. Urusan kantor dan kehidupan sosial pun lebih mudah dengan bantuan beragam aplikasi di dalamnya.

Seperti juga operator telekomunikasi lainnya, Indosat Ooredoo juga mesti mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Mereka harus mampu fleksibel, adaptif, dan pandai menyesuaikan diri, serta mau berkompromi demi meraih manfaat dari fenomena bisnis digital.

“Kami harus bisa membaca dengan tepat sebenarnya apa kebutuhan pelanggan. Kadang, angle dalam men-develop layanan digital berbeda dengan kebutuhan pasar. Sehingga, ketika diluncurkan kurang diminati,” kata Deva Rachman, Group Head Corporate Communications, Indosat Ooredoo.

(ki-ka) Herfini Haryono, Director & Chief Wholesale and Enterprise Officer Indosat Ooredoo (kiri), Arya Damar, President Director Aplikanusa Lintasarta (tengah), Presiden Direktur IBM Indonesia, Gunawan Susanto (kanan) berbicara dalam seminar “Digital Transformation Era: Is Your Business Ready?” yang berlangsung Rabu (01/06) di Jakarta. (ki-ka) Herfini Haryono, Director & Chief Wholesale and Enterprise Officer Indosat Ooredoo (kiri), Arya Damar, President Director Aplikanusa Lintasarta (tengah), Presiden Direktur IBM Indonesia, Gunawan Susanto (kanan) berbicara dalam seminar “Digital Transformation Era: Is Your Business Ready?”

Menurut dia, strategi digital Indosat lekat kehidupan sehari-hari seperti layanan keuangan digital meliputi mobile wallet, OTT wallet, mobile banking, remitansi, cash management, cashless payment, mobile POS, e-commerce, dan value added service untuk pengguna Indoesat Ooredoo.

Indosat bertekad untuuk memberi pelanggan akses ke dunia digital yang lebih baik melalui produk dan layanan yang memberikan kebebasan.
Masyarakat juga bisa mendapatkan pengalaman digital terbaik melalui keunggulan jaringan data Indosat.

“Lini digital service adalah bisnis utama kami, bukan pelengkap. Kami percaya perilaku konsumen terhadap layanan digital sudah meningkat luar biasa. Layanan kami kini diintegrasikan secara penuh dengan Layanan Keuangan digital, e-commerce dan lainnya,” ujar dia.

Untuk layanan B2B, misalnya, ada IMX yang berkolaborasi dengan Smatoo. Ini adalah layanan mobile advertising demi menghadirkan ekosistem periklanan mobile yang mendukung industri. Adapun konsep yang diusung adalah # Ini Pasar kita. Ada juga layanan keuangan mobile seperti Dompetku dan Dompetkuplus yang menghadirkan layanan pembayaran dan Dpay, serta cash management.

Untuk B2C, Indosat Ooredoo punya portofolio cukup lengkap. Seperti, Dompetku, Dompetkuplus, Dompetku Remmitance, On de go dan lain-lain. Perseroan berkomitmen dengan Cipika untuk menghadirkan pengalaman berbelanja lewat e-commerce untuk semua konsumen.

Untuk mendukung tumbuh-kembang UKM di Indonesia, Indosat Ooredoo juga mengusung Ideabox sebagai inkubasi untuk para startup (usaha rintisan). Dengan bimbingan dan pelatihan yang memadai, mereka bisa mengharumkan Indonesia di pentas bisnis dunia.

“Kendala terbesar yang kami hadapi adalah edukasi masyarakat karena produk digital tidak langsung bisa diterima seluruh segmen. Kuncinya adalah konsisten dalam berkomunikasi dan bersosialisasi,” kata Deva. (Reportase: Syukron Ali)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)