Strategi Giveaway Software dan Pelatihan Autodesk

Autodesk yang sudah cukup dikenal dengan software autocad-nya, memperkenalkan beragam perangkat software modelling baru. Software modelling ini berguna dalam berbagai bidang yang membutuhkan planning akurat dalam membangun atau membentuk sesuatu. Seperti arsitektur gedung, pembentukan body mobil, rancangan interior ruangan, dan aplikasi-aplikasi lainnya. Dalam acara tahunan Autodesk University Extension ASEAN ke-4t, perusahaan perangkat lunak ini menunjukan inovasi-inovasi teknologi baru yang merupakan hasil pengaplikasian software Autodesk. Inovasi-inovasi yang dipamerkan berasal dari berbagai bidang seperti industri manufaktur, arsitektur, rekayasa teknik, konstruksi dan hiburan.

Srivatsan (duduk) dan Patrick M. Williams Dalam Presentasi Autodesk University Extension Indonesia Srivatsan (duduk) dan Patrick M. Williams Dalam Presentasi Autodesk University Extension Indonesia

"Tren dalam permintaan konsumen dan produksi mengubah masa depan semua industri secara drastis, dan kehadiran Masyarakat Ekonomi ASEAN akan membuat lanskap bisnis semakin kompetitif," ujar V.R. Srivatsan, Managing Director Autodesk di ASEAN.

Ia menegaskan, pameran ini diperlukan untuk menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi 3D modelling merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kesuksesan bisnis. Ini karena ia mengklaim bahwa 3D modelling memiliki aplikasi yang luas di bermacam bidang.

Untuk mendukung program pengenalan 3D Modelling Autodesk yang baru, perusahaan ini menyediakan apliksai Autodesk gratis disertai dengan pelatihan yang juga gratsi bagi pelajar berusia di bawah 25 tahun. Menurut Srivatsan, program ini sudah berlangsung di Indonesia semenjak beberapa bulan yang lalu dan pemberian software gratis ini telah menyentuh angka lebih dari 75.000 pelajar.

Yang menarik, harga software-software ini di pasaran tidaklah murah. Di salah satu booth dalam acara tersebut yang didirikan oleh ACA Pacific yang merupakan satu dari sekian banyak distributor software Autodesk di Indonesia, harga dari software Autodesk 3ds Max mencapai Rp 36.064.000. Harga software paling mahal yang dijual di booth tersebut adalah Autodesk Entertainment Creation Suite Ultimate seharga Rp 74.970.000. Srivatsan tidak menyebutkan secara spesifik jenis software seperti apa yang diberikan secara cuma-cuma. Tentu sangat mungkin software yang diberikan secara cuma-cuma memiliki harga pasar yang lebih murah dari Autodesk 3ds Max tapi mari kita anggap software yang diberikan gratis kepada para pelajar memiliki harga yang setara dengan 3ds Max.

Memberikan software seharga puluhan juta kepada ribuan pelajar ditambah dengan memberikan pelatihan untuk menjalankan software tersebut sekilas nampak terlalu murah hati jika dinilai dari segi bisnis. Namun Patrick M. Williams yang menjabat sebagai Senior Vice President Autodesk Asia Pacific memiliki pendapat tersendiri tentang giveaway tersebut.

"Kami melihat banyak orang yang lulus dari sekolah sebenarnya memiliki mental teknik yang bagus. Jadi dari sisi moneter, kami tidak melihat ini sebagai sebuah kerugian. Dengan melatih anak-anak muda dan memberikan software kami, mereka akan mengerti cara menjalankan produk-produk kami di masa depan nantinya. Potensi pasarnya akan terlihat baik dalam 5 sampai 10 tahun ke depan daripada kami berusaha menjualnya ke institusi pendidikan. Jadi kami membuat keputusan ini 2 tahun yang lalu, yaitu kami tidak akan terlalu khawatir tentang penjualan kami saat berhubungan dengan pendidikan," ujar Patrick. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)