Talian Tawarkan Solusi Bagi Pengelolaan Aset Pelabuhan

Jumlah pelabuhan dan terminal peti kemas di Indonesia yang menyentuh angka lebih dari 2.400 unit, menunjukkan betapa signifikan sektor maritim Indonesia dalam aktivitas perekonomian di  dalam dan luar negeri. Pentingnya peran pelabuhan dan terminal-terminal kontainer dengan kondisi yang berbeda-beda di seluruh Indonesia, membuat Presiden Joko Widodo menyikapi tantangan ini dengan memulai program maritim "Sea Toll Road" dengan niat untuk memotong biaya logistik yang tinggi melalui pemotongan jalur transportasi darat.

Adanya niatan pemerintah untuk mengurangi biaya bagi aktivitas maritim tersebut didukung oleh Talian Infodinamika yang bekerja sama dengan IBM untuk menawarkan solusi bagi para pemilik dan pengelola pelabuhan dan terminal peti kemas. Solusi ini berupa sebuah sistem yang dapat membantu individu-individu tersebut dalam mengelola aset mereka. Sistem untuk membantu asset management ini bernama IBM Maximo.

Seno Hardijanto dan Tony Serena dalam presentasi IBM Maximo Seno Hardijanto dan Tony Serena dalam presentasi IBM Maximo

Pentingnya pengelolaan aset ini menurut Seno Hardijanto, CEO Talian Infodinamika, suatu hal yang belum disadari oleh banyak pemilik dan pengelola pelabuhan di Indonesia. Melihat telah berkembangnya negara-negara lain dalam bidang pengelolaan pelabuhan ini, membuat Seno tergerak untuk berkontribusi dalam mengembangkan sektor pelabuhan di dalam negeri.

Menurut Seno, pelabuhan yang handal diperlukan untuk mengakomodasi kapal-kapal yang handal agar proses pengiriman peti kemas dapat dipastikan mampu berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, dalam acara yang bertajuk "Asset Management Solution for Ports and Container Terminals" ini, dia dan rekan-rekan juga bermaksud untuk memberitahukan kepada para pemilik dan pengelola pelabuhan dan terminal peti kemas tentang pentingnya menerapkan pengelolaan aset yang baik demi kelangsungan bisnis mereka.

Solusi yang ditawarkan oleh Talian Infodinamika tersebut merupakan sebuah sistem pengelolaan multifungsi yang dikembangkan oleh IBM. Sistem yang bernama IBM Maximo tersebut dapat membantu pengelola dan pemilik pelabuhan untuk mendapatkan berbagai macam informasi mengenai perubahan-perubahan yang terjadi pada pelabuhan mereka secara real-time. Mulai dari tibanya kapal peti kemas terbaru hingga memonitor perkembangan proyek-proyek besar dan kecil baik yang sedang berjalan maupun yang masih berupa rencana kegiatan.

Fitur-fitur yang kompleks, namun fleksibel ini menurut Tony Serena, Eksekutif IBM Asia Pasifik, dapat diimplementasikan dan berjalan dengan sempurna dalam kurun waktu 8-12 minggu semenjak dimulai proses pemasangan. Sistem ini, selama proses pemasangannya berlangsung tidak akan mengganggu kegiatan apapun di pelabuhan karena pemasangan sistem ini akan berlangsung di belakang layar.

Proses implementasi sistem ini diklaim tidak sulit dilakukan. Ini karena fleksibilitas yang ditawarkan oleh Talian Infodinamika dan IBM tidak hanya terdapat dalam sistemnya IBM Maximo-nya saja, namun juga terdapat pada saat proses pemasangannya, pemilik pelabuhan dan terminal peti kemas diberikan kebebasan; mereka bisa mengimplementasikan sistem ini langsung secara keseluruhan atau dalam skala kecil terlebih dahulu dan lalu dikembangkan secara bertahap. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)