Tanijoy Bidik Penyaluran Dana Rp 80 Miliar

Website Tanijoy 2.0

Meskipun belum genap mencapai usia setahun, Tanijoy, perusahaan rintisan di bidang pertanian, menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Pasalnya, sejak diluncurkan tanggal 21 April 2019 lalu, Tanijoy berhasil menggaet 1.200 pengguna aktif pada Januari 2019 serta telah bermitra dengan 640 petani di Jawa dan Sumatera.

Kukuh Budi Santoso, COO, Tanijoy menyampaikan kepada SWA Online bahwa mayoritas pengguna platform Tanijoy adalah generasi milenial. “Mayoritas pengguna Tanijoy berumur antara 25-34. Bisa dibilang ada lebih dari lebih dari 50% pengguna Tanijoy adalah millennial,” ujarnya.

Untuk meningkatkan pelayanan pelanggan, Tanijoy merilis website Tanijoy 2.0, Tanijoy Apss, dan aplikasi Tanijoy for Farmers. Website Tanijoy 2.0 dan Tanijoy apps dirancang agar pengguna lebih nyaman dalam melakukan pemesanan proyek investasi. Sedangkan Tanijoy for Farmers dirancang untuk memudahkan Petani dalam melakukan pencatatan aktivitas budidaya dan pelaporannya kepada investor mendekati waktu  aktual (near real time).

Hal tersebut ditegaskan oleh Chief Technology Officer Tanijoy, Febrian Imanda Effendi, bahwa versi baru ini (Tanijoy 2.0 dan tanijoy apps) tidak sekadar tampilan saja, tapi secara sistem juga berubah. Yang paling penting di sini kita didukung dengan adanya suatu produk (Tanijoy for farmers) yang memungkinkan Petani Mitra untuk melaporkan aktivitas secara near real time dari lapangan. Semua ini dilakukan demi mewujudkan customer satisfaction dan transparansi proyek yang lebih optimal.

Febrian juga menjelaskan bahwa Tanijo 2.0 lebih mengutamakan fitur yang memang sesuai dengan regulasi OJK. “Dari situ, kami ingin bahwa sistem Tanijo memang memiliki kredibilitas dan mengikuti peraturan pemerintah. Selain sesuai dengan regulasi, juga memberikan fitur-fitur yang bisa menjadi unggulan dengan fintech lainnya dengan didukungnya aplikasi di bagian lapangan. Jadi, investor tidak perlu khawatir dan secara real time akan mendapatkan laporan dari lapangan bagaimana perkembangan dari investasinya," kata Febrian mengklaim.

Untuk mempermudah investor dalam bertransaksi, Tanijoy memiliki fitur saldo yang bisa di-top up sewaktu-waktu dan semua hasil investasi yang didapatkan akan langsung dikirim ke saldo investor. Jadi, ketika investor ingin melakukan investasi, bisa menggunakan saldo tersebut secara langsung.

Tiga inovasi tersebut dapat mulai digunakan oleh pengguna, baik pemodal maupun petani mitra, mulai 21 Februari 2019. Menurut Mulyani, VP Marketing Tanijoy, perusahaan menargetkan peningkatan kenaikan kunjungan ke website sebanyak 80% dari dirilisnya inovasi ini.

“Tahun ini kami menargetkan penyaluran dana Rp80 miliar. Untuk itu, dengan adanya pengembangan dari sisi teknologi diharapkan akan semakin menarik minat calon pemodal untuk berinvestasi di Tanijoy. Selain itu dari segi existing investor juga makin puas dan mau meningkatkan nilai investasinya,” ujar dia.

Untuk mencapai target penyaluran dana, Tanijoy mulai menjaring investor institusi seperti perbankan, lembaga donor, dan korporasi. “Porsi dana institutional investor ini diharapkan lebih besar dibandingkan dengan individual investor,” kata Kukuh.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)