Telkom Hadirkan JakDiva untuk Giatkan Startup Lokal

Tidak ada yang spesial dari Menara Multimedia Telkom jika kita melihatnya dari Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Namun apabila melangkahkan kaki ke lantai 6 gedung tersebut, siapapun yang bertandang pasti akan terpukau karena keistimewaan ruang yang modern bertuliskan "Jakarta Digital Valley". Ruang seluas 500 meterpersegi itu disesaki ratusan anak muda kreatif yang sedang asyik berdiskusi hingga mengembangkan ide.

Setelah sukses mengembangkan Bandung Digital Valley dan Yogyakarta Digital Valley, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk menambah satu lagi pusat pengembangan bagi digital startup lokal. Kali ini, perusahaan plat merah yang berbasis di Bandung, Jawa Barat itu, menghadirkan Jakarta Digital Valley atau bekennya disebut JakDiva, untuk menggiatkan startup lokal agar siap berkompetisi di pasar.

Michael Birnboum dari Venture Capital Specialist di JakDiva Michael Birnboum dari Venture Capital Specialist di JakDiva

JakDiva dikelola oleh Divisi Dital Business (DDB) Telkom yaitu divisi yang berfungsi melakukan market validasi dan akselerasi bisnis digital di Telkom. JakDiva diharapkan mampu menjadi sarana edukasi dan advokasi bagi ratusan startup yang ada di Indonesia.

Achmad Sugiarto, Chief of Telkom DDB Accelerator, mengatakan, JakDiva dibuat sebagai jembatan antara para teknopreneur atau pengembang aplikasi dengan pasar atau industri sebagai penyerap atau pengguna aplikasi. JakDiva diharapkan akan membawa para teknopreneur dan teknoventura ke dalam sebuah platform kerjasama yang saling menguntungkan.

"Setiap bulan kami adakan pertemuan, baik temu komunitas, diskusi ataupun pelatihan. Kami datangkan pembicara hebat dari dalam dan luar negeri. Pokoknya ini tempat yang cocok bagi mereka ingin berkembang," kata eksekutif yang kerap disapa Anto ini menuturkan.

Menurut Anto, seluruh fasilitas akan didukung oleh perangkat server sebagai penunjang inkubator solusi aplikasi dan konten dalam bentuk application store, mobile cloud dan solusi enterprise. Selain itu, ruangan ini juga dilengkapi dengan breakout arena dan kafe untuk bersantai. tepat dipintu masuk. Ruangannya bergaya kasual dan modern sehingga kesan "young" dan dinamis sangat kental terasa, seolah menghidupkan kreatifitas orang yang ada di dalamnya. "JakDiva mampu menampung 50 developers atau 200 orang," sambungnya.

Anto menjelaskan, JakDiva akan memberikan advokasi dan bimbingan yang dilakukan oleh Indigo Accelerator dengan Silicon Valley Mindset, baik dari segi teknis dan bisnis dalam pengembangan solusi berbasis konten dan aplikasi. Fasilitas tersebut dapat bermanfaat baik bagi masyarakat maupun industri. Sedangkan dalam jangka panjang, JakDiva mempunyai misi mendorong dan mempercepat swasembada information communication technology (ICT) khususnya aplikasi dan konten sehingga diharapkan ke depan seluruh kebutuhan aplikasi dan konten mayoritas akan terpenuhi oleh pengembang dalam negeri.

Telkom sendiri, pada Agustus 2014 lalu, telah menyatakan rencana berinvestasi dalam kegiatan corporate venture capital (CVC) senilai USD 200 juta dengan menggandeng beberapa perusahaan modal ventura di Silicon Valley. "Kami ingin menggiatkan dan menciptakan startup yang siap berkompetisi di pasar ke depannya," harap Anto. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)