Telkomsel Perkuat Layanan Digital

Telkomsel berupaya memperkuat layanan digital tahun ini, di antaranya dengan mendukung transaksi nontunai di Tanah Air. Saat ini, sekitar 92% transaksi di Indonesia masih dilakukan secara tunai. Selama ini, layanan digital yang telah ditawarkan Telkomsel di antaranya adalah musik, TCash, games, konten video, digital advertising, dan M2M. Pada Januari-September 2016, pendapatan layanan digital Telkomsel mencapai Rp 2,09 triliun.

CEO Telkomsel, Ririek Adriansyah mengatakan, Telkomsel akan terus mendorong digitalisasi meskipun saat ini pengguna internet di Indonesia masih belum merata, sekitar 30-40% dari total pengguna ponsel padahal di Korea sudah 100%. Sudah saatnya Indonesia dibawa ke arah digital untuk mengantisipasi digital ekonomi yang mendorong transparansi, efisien, dan produktif.

Ririek Adriansyah, Dirut Telkomsel

“Digitalisasi harus meningkatkan produktivitas yang akhirnya akan mendorong peningkatan ekonomi. Misalnya, mengembangkan aplikasi yang bisa menghitung waktu tunggu kendaraan umum. Atau, saat ini sekitar 92% transaksi di Indonesia masih tunai, Telkomsel sebagai operator terbesar akan mendukung transaksi nontunai dengan layanan digital yang terus ditingkatkan,” ungkap

Menurut Ririek, dalam sembilan bulan pertama 2016 pendapatan dari layanan digital Telkomsel mencapai Rp 2,09 triliun. Pada kuartal III-2016, layanan digital Telkomsel naik 40,40% dibanding 2015 atau sebesar Rp 1,49 triliun. Pendapatan dari layanan digital memang masih jauh dari layanan bisnis konektivitas data yang pada kuartal III-2016 saja mencapai Rp 22,17 triliun atau tumbuh 40,80% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Seiring upaya penguatan layanan digital, Telkomsel akan memperluas jangkauan TCash. Selama 2016, layanan inklusi itu telah menjadi perhatian Telkomsel, juga untuk tahun ini. Saat ini, pengguna TCash baru sekitar 1 juta orang, sementara jumlah rekening bank mencapai 60 juta.

“Telkomsel dengan TCash akan terus memperluas layanan agar akses perbankan bisa masuk hingga pelosok juga wilayah perkotaan yang masyarakatnya belum tertarik menggunakan layanan perbankan,” kata dia.

Ririek Adriansyah menuturkan, tahun ini Telkomsel menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar 15% dari pendapatan 2016 dan sebagian besar untuk membangun jaringan 3G dan 4G. Target pertumbuhan kinerja Telkomsel tahun ini tumbuh inline dengan pertumbuhan industri.

“Kami berharap industri akan lebih sehat lagi, yakni terjangkau dan operatornya sehat agar bisa sustain untuk bisa membangun ke seluruh pelosok Tanah Air,” ujar dia. (Reportase: Herning Banirestu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)