Terapkan GCG Ala Startup Jadi Kunci Sukses Halodoc

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan telemedicine sebagai sebuah pelayanan yang menggunakan jaringan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan jangkauan akses kesehatan bagi masyarakat.

Lebih lanjut menurut WHO, telemedicine sebagai solusi layanan kesehatan dimana para pekerja medis dapat menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk diagnosis, perawatan, evaluasi, edukasi kesehatan, dan pencegahan penyakit dengan tujuan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Dalam praktiknya, telemedicine bukan hanya solusi praktis bagi golongan yang tak terjamah akses kesehatan. Di Indonesia, telemedicine juga populer di kota-kota besar. Penyebabnya tentu saja karena kemunculan startup telemedicine yang menawarkan kemudahan dan biaya murah.

Halodoc merupakan salah satu startup telemedicine yang sudah hadir 4 tahun di Indonesia. Jaringannya tidak hanya antara pasien dan dokter, melainkan ke rumah sakit, apotek, hingga laboratorium di berbagai daerah di Indonesia. Statrup ini juga bersinergi dengan penyedia jasa asuransi dan korporasi untuk memudahkan karyawan mendapatkan pelayanan secara maksimal.

Menjadi startup yang dibutuhkan terutama di masa pandemi, Halodoc terus berinovasi sembari mempertahankan kualitas. Salah satu upaya menumbuhkan kepercayaan bagi para pengguna adalah dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik, tentu saja dengan adat startup.

CEO & Cof-ounder Halodoc, Jonathan Sudharta menjelaskan layanan yang diberikan bertanggung jawab untuk melindungi privasi pasien. Penerapan tata kelola perusahaan yang baik di perusahaan rintisan akan berbeda dengan perusahaan yang sudah matang,. "Namun prinsip utama di Halodoc adalah untuk selalu mengutamakan penerapan tata kelola perusahaan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku, pengaturan keuangan dan sistem yang berkelanjutan, serta perlakuan yang adil bagi seluruh pegawai,” paparnya.

Beberapa contoh penerapan yang dilakukan atas perwujudan hal di atas antara lain keharusan membuat perjanjian tertulis untuk seluruh aktivitas bisnis, audit pihak ketiga secara berkala terhadap keuangan dan juga jaringan keamanan data, dan sistem penilaian serta remunerasi yang seragam, terukur, dan holistik.

Untuk menanamkan prinsip tersebut kepada karyawan, Halodoc membudayakan guiding principles dalam proses bisnis dan operasi. Nilai-nilai tersebut yaitu be fanatical about solving for patients, Halodoc Team Self, Have bias for action, Challenge status quo, dan Strive for individual mastery.

“Kami tetap memperhatikan praktik bisnis yang baik dengan secara berkala menyiapkan SOP untuk tiap perkembangan baru maupun proses bisnis baru, agar Halodoc dapat memberikan layanan yang terstandardisasi, baik kepada pengguna, mitra, maupun pemangku kepentingan lainnya,” tambah Jonathan.

Tata kelola yang baik tentu menuai hasil yang baik pula. Bagi Halodoc, hasil ini tercermin sepanjang 3 tahun terakhir. Halodoc mengalami peningkatan signifikan untuk jumlah pengguna aplikasi yang mencapai lebih dari 400%, penambahan jumlah mitra apotek hingga lebih dari 300%, sukses memperluas layanan dengan menghadirkan layanan Buat Janji yang kini memiliki 800+ mitra rumah sakit dan klinik di seluruh daerah di Indonesia, serta fasilitas drive thru Tes COVID-19 yang kini ada di 8 lokasi di tiga kota: Jakarta, Surabaya, dan Bali.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
HaloDoc

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)