Terobosan Teknologi Lasik Terkini dari Shinagawa

Secara umum wanita lebih rentan terserang alergi pada mata, iritasi dan infeksi seperti mata merah karena penggunaan kosmetik. Sementara infeksi dapat terjadi ketika riasan mata masuk ke mata dan mengapung di saluran air mata. Hal ini diungkapkan oleh Dr.Lee Sao Bing, Direktur Medis Shinagawa Lasik & Eye Centre dari Singapura.

Lee menambahkan bahwa pada umumnya, riasan mata tidak berbahaya selama digunakan secara tepat dan tidak terkontaminasi atau kadaluarsa. “Sangat dianjurkan untuk mengganti produk riasan mata setiap enam bulan sekali, dan membuangnya jika mata terkena infeksi. Kita juga harus terbiasa membersihkan alat-alat kosmetik agar terhindar dari bakteri, yang dapat mengakibatkan infeksi dan alergi,” ujarnya.

drleeLee juga menganjurkan bahwa sebaiknya para wanita berhati-hati dalam mengaplikasikan eyeliner, karena terkadang hal tersebut dapat menimbulkan masalah. “Sebisa mungkin penggunaan eyeliner di sepanjang tepi kelopak mata yang berdekatan dengan saluran air mata dan daerah kelenjar minyak harus dihindari. Hal tersebut dapat menyumbat saluran air mata dan mengakibatkan mata kering dan infeksi. Selain itu, lupa membersihkan riasan mata juga dapat menyebabkan bintitan,” ujarnya.

Di sisi lain, kebanyakan dari Kaum Hawa tentu ingin memiliki tampilan mata yang indah. Hal yang biasa dilakukan adalah menggunakan riasan pada mata. Tetapi jika seseorang membutuhkan kacamata untuk melihat lebih baik, kacamata tersebut dapat menghalangi indahnya riasan mata yang sudah diaplikasikan. Dan beberapa bulu mata tambahan yang panjang dapat menyentuh lensa kacamata dan menyebabkan ketidaknyamanan pengguna.

Ada dua solusi dalam mengatasi masalah ini. Pertama, penggunakan lensa kontak atau operasi Lasik. Sementara saat ini, banyak wanita lebih memilih untuk menggunakan lensa kontak.  Lee menjelaskan bahwa lensa kontak dapat ‘memerangkap’ residu dari eyeliner dan maskara, bahkan alas bedak dari wajah. “Untuk beberapa wanita, hal ini dapat mengakibatkan alergi, bahkan infeksi. Oleh karena itu, banyak yang memilih operasi Lasik agar terbebas dari kacamata dan lensa kontak,” tambahnya.

Salah satu klinik mata asal Singapura, Shinagawa Lasik & Eye Centre menawarkan solusi Lasik. Prosesnya terbilang sangat cepat. Dengan teknologi mutakhir dan pilihan perawatan yang terjangkau membuat operasi Lasik diklaim lebih aman. Syaratnya, pasien minimal harus berusia di atas 21 tahun dan telah menggunakan kaca mata atau lensa kontak sekurang-kurangnya satu tahun. Sementara batas usia maksimal untuk tindakan operasi Lasik tidak ada. Bahkan bagi mereka yang sudah berusia di atas 40 tahun dapat diperiksa matanya untuk mengetahui apakah perlu dilakukan tindakan dapat.

Keunggulan lainnya, tidak ada rasa sakit selama tindakan. Obat bius ringan juga diberikan untuk kenyamanan pasien, sementara obat tetes diberikan untuk menimbulkan rasa kebas pada mata. Pasca operasi, pasien juga dapat beristirahan dengan suasana nyaman layaknya spa yang memang menjadi daya tarik klinik ini. Terakhir, Lasik direkomendasikan dilakukan 3 bulan setelah kehamilan atau 3 bulan setelah masa menyusui. Ini disebabkan oleh perubahan hormon selama kehamilan dan menyusui yang dapat berimbas pada perubahan resep untuk kaca mata yang bisa berujung pada masalah mata yang kurang akurat. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)