Terracotta Luncurkan BigMemory Versi Terbaru di Indonesia

Terracotta, perusahaan penyedia teknologi in-memory computing atau solusi pengelolaan Big Data, meluncurkan produk barunya, BigMemory versi 4.0. Peluncurannya di Indonesia ini merupakan peluncuran pertama oleh Terracotta di regional Asia Tenggara. Baru hadir di Indonesia pada awal 2013 ini, Terracotta yang berkantor di Singapura menargetkan mendapatkan 2 klien di Indonesia pada akhir tahun ini dan meraih pertumbuhan 1000% di regional Asia Pasifik dan Jepang, serta pertumbuhan secara global sekitar 30%.

Graham McColough, Vice President Terracotta Asia Pasifik-Jepang, dalam peluncuran BigMemory 4.0 di Jakarta pada Kamis (23/5)

Hal itu dinyatakan oleh Jessica Schwarze, Marketing Manager Terracotta Software AG Company untuk wilayah Asia Pasifik dan Jepang, pada acara peluncuran produk BigMemory versi terbaru Terracotta pada Kamis (23/5) di Jakarta. BigMemory versi 4.0 sendiri merupakan perangkat lunak yang memungkinkan pengguna dapat memindahkan data penting sebanyak ratusan terabyte, atau bahkan lebih, dari disc drive yang lambat ke memori mesin yang menyediakan akses cepat dan terandalkan.

Terkait peluncuran BigMemory di Indonesia yang merupakan negara pertama tempat diluncurkannya BigMemory 4.0 di regional Asia Tenggara, Graham McColough, Vice President Terracotta Asia Pasifik-Jepang, mengajukan alasan bahwa Indonesia memiliki populasi penduduk yang sangat besar di regional ini dengan penetrasi smartphone yang cukup tinggi. Selain itu, lanjut Graham, alasan lainnya adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup tinggi, terutama pada perusahaan di sektor telekomunikasi, perbankan, dan ritel yang juga menjadi target pasar bagi produknya.

Graham mengatakan bahwa volume data yang beragam terus meningkat karena data kini ditarik dari perangkat mobile, cloud, media sosial, dan perangkat lainnya. “Akibatnya data perusahaan menjadi kian rumit. Platform BigMemory 4.0 dirancang untuk mempermudah akses, pengelolaan atas data penting perusahaan secara mudah dan kilat,” tambah Graham.

Pihak Terracotta mengklaim, yang dijelaskan di dalam siaran persnya, bahwa BigMemory 4.0 dapat memberikan akses 60% lebih cepat terhadap data dengan ukuran terabyte atau di atasnya. Fitur-fitur yang termasuk dalam BigMemory terbaru ini yaitu termasuk pengelolaan dan pemonitoran data in-memory, ketersediaan yang tinggi, dan restart yang cepat untuk pemulihan bencana. BigMemory 4.0 juga menyediakan secara gratis versi produksi BigMemory Max untuk pengelolaan data in-memory yang terbagi-bagi, serta kompatibilitas dengan Hadoop, memungkinkan perusahaan untuk menarik dan membagi wawasan Big Data dengan kecepatan in-memory.

Dibandingkan dengan layanan lain dari perusahaan penyedia solusi Big Data, Jessica menambahkan, terdapat beberapa diferensiasi yang dapat dijadikan keunggulan BigMemory dari Terracotta. Diferensiasi pertama adalah Terracotta yang hanya fokus pada in-memory computing atau Big Data.  “Yang (perusahaan - red) lain banyak lini produknya (selain Big Data – red). Karena fokus pada Big Data, kelebihannya meskipun ada 100 terrabyte, tetap saja bisa berjalan tanpa masalah. Kalau yang lain kinerja bisa menurun. Tapi kami berjalan stabil,” jelasnya.

Kelebihan lainnya, lanjut Jessica, adalah waktu implementasi yang cepat. “Mulai dari 4 minggu hingga 6 minggu, jika tidak issue,” katanya. Harga yang ditawarkan juga lebih murah. Jessica yang mengatakan hal ini. Bahkan, Terracotta, tambah Jessica, berani memberikan potongan harga minimal 50% bagi perusahaan yang mau menjadi klien pertama. “Namun ada syaratnya, perusahaan itu harus mau menjadi referensi untuk publik. Harus mau bertemu wartawan dan memberikan pengalaman mengenai manfaat yang didapat,” kata Jessica. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)