Tiga Fokus Utama Bisnis Icon+ di Tahun Kuda

Bukan hanya partai politik yang menyibukkan diri menjelang tahun 2014, sejumlah korporasi juga sibuk untuk membidik peluang bisnis ditahun bershio kuda tersebut. Tengok saja PT Indonesia Comnets Plus ( Icon+) yang tengah mematangkan arah strategi bisnisnya untuk tahun depan.

Icon+ nampaknya tidak ingin jalan di tempat. Perusahaan plat merah ini justru semakin getol mencari ceruk bisnis baru. Sebagai perusahaan penyedia jasa jaringan dan layanan telekomunikasi, Icon+ perlahan mulai menanggalkan ketergantungan pemasukan dari induk perusahaannya, PT PLN (Persero).

Muhammad Buldansyah, Direktur Utama Icon+ Muhammad Buldansyah, Direktur Utama Icon+

Saat ini, menurut Muhammad Buldansyah, Direktur Utama Icon+, kontribusi pendapatan perseroan 45% berasal dari PLN, sedangkan sisanya berasal dari pelanggan korporasi seperti perbankan, manufaktur, telekomunikasi, dan pemerintahan. Komposisi tersebut terus mengalami perubahan sejak 13 tahun perusahaan itu berdiri. Sementara itu, layanan komunikasi data menyumbang 68-70% pendapatan perseroan melalui jasa penyediaan Clear Channel, IP VPN, Metronet, dan akses internet. “Induk perusahaan menginginkan kami tidak hanya bergantung ke mereka tetapi juga bisa menjadi perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi yang kompetitif bagi pihak lain,” terang Buldansyah yang kerap disapa Danny.

Tahun depan, Danny menargetkan pendapatan perseroan naik 25% dari tahun 2013 di mana pada tahun ini diproyeksikan akan mencapai Rp 1,3 triliun. Beberapa opsi telah dipilih oleh mantan wakil presiden sebuah korporasi telekomunikasi swasta ini, antara lain : menggarap bisnis komputasi awan (cloud computing), meningkatkan pelanggan usaha kecil dan menengah (UKM), dan terakhir masuk ke segmen ritel.

Untuk bisnis komputasi awan, Icon+ sudah lebih dulu mengimplementasikan produk tersebut ke induk perusahaan pada tahun ini.  Ekspansi akan mulai digencarkan tahun depan.

Sementara itu, untuk fokus yang kedua dilaksanakan guna menjaga kas perusahaan yang setiap tahun mencatat kinerja positif. Danny mengatakan, tahun depan pihaknya akan lebih aktif mengicar korporasi kecil dan menengah untuk menambah jumlah pelanggan yang saat ini mencapai 1000 lebih.

“Kami punya banyak pelanggan, salah satunya perusahaan operator telekomunikasi. Mereka semua perusahaan besar yang bermitra dengan kami. Namun tentu mereka tidak akan selamanya menggunakan jasa kami. Mereka perlahan pasti membangun infrastruktur sehingga tidak perlu menyewa jasa kami lagi. Nah kalau sudah begitu kondisinya mau tidak mau korporasi kecil dan menengah menjadi target baru,” Danny menerangkan.

Muhammad Buldansyah, Direktur Utama Icon+, saat memberikan keterangan tentang rencana korporasi di 2014 Muhammad Buldansyah, Direktur Utama Icon+, saat memberikan keterangan tentang rencana korporasi di 2014

Fokus terakhir, menyasar segmen ritel, akan dilaksanakan sepenuhnya 2-3 tahun ke depan. Namun ancang-ancang masuk ke segmen baru itu akan dilakukan akhir tahun ini dan tahun depan. Salah satunya dengan menggelar roadshow mall to mall ditiga kota besar, seperti di Bali, Surabaya dan Jakarta. “Kami memilih kota tersebut karena jumlah pelanggan Icon+ yang cukup banyak,” sambungnya.

Dalam roadshow tersebut, Icon+ akan membuka booth dan memperkenalkan profil perusahaan serta jasa yang ditawarkannya. Selain sebagai salah satu aktivitas branding, program tersebut juga sebagai langkah awal membidik segmen ritel. “Booth akan dibuat serba digital dan akan ada games menarik. Pengunjung bisa bermain sekaligus mengenal lebih dekat siapa kami,” jawab Danny.

Lalu, apakah fokus tersebut akan berhasil?. “Bisnis dindustri teknologi informasi komunikasi ceruknya masih cukup besar. Kami memiliki banyak kekuatan, nah kenapa tidak dicoba?” singkatnya dengan penuh optimis. (EVA)

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)