Tips Sukses Berbisnis di Masa Liburan Ala Facebook

Musim belanja dan liburan adalah periode yang menyenangkan bagi para pelaku usaha kecil. Berdasarkan data internal Facebook (Jan – Des 2015), selama musim liburan terdapat 92% lebih banyak postingan Facebook yang dibagikan di mobile dan terdapat 47% konversi lebih banyak selama musim liburan pada bulan Oktober hingga Desember dibandingkan bulan Juni – September. Waizly Darwin, SMB Lead Indonesia-Facebook, berbagi tips untuk para pebisnis agar bersinar di masa liburan.

Waizly Darwin, SMB Lead Indonesia, Facebook Waizly Darwin, SMB Lead Indonesia, Facebook

Pertama, posisi di mana konsumen berada. Para pelaku bisnis tengah beralih ke mobil dan tahun ini lebih banyak aktivitas berbelanja saat liburan dilakukan di ponsel pintar. Faktanya, 62% dari laporan konsumen menggunakan ponsel pintar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya untuk meriset aktivitas berbelanja saat liburan, dan 60% dari konsumen mengatakan bahwa mereka berencana untuk membeli lebih sering menggunakan ponsel pintar ataupun tablet. Data internal Facebook menunjukkan bahwa 49% pembelanja online melakukan pembelian melalui ponsel (studi yang dilakukan TNS untuk Facebook). Jika konsumen berada di mobile, maka pelaku bisnis juga harus berada di mobile.

Kedua, bawa pengalaman berbelanja di toko menjadi hidup di online. Riset pihak ketiga memprediksi bahwa 75% data akan berbentuk video pada tahun 2020. Orang-orang mengharapkan pengalaman yang otentik dan musim liburan adalah saat yang sempurna untuk koneksi dan awal yang baru. Ada 2 juta pelaku bisnis kecil di Facebook sudah menggunakan video untuk terkoneksi dengan konsumen langsung dari ponsel mereka.

Selama musim liburan sejak bulan Oktober - Desember, Facebook menemukan bahwa video di mobile dibagikan 3x lebih banyak di Facebook dibandingkan hari biasa (Facebook internal data, Jan-Dec 2015, accessed July 2016). “Sale Stock Indonesia adalah salah satu bisnis yang memanfaatkan video bagi bisnis mereka. Sale Stock telah melakukan sesuatu yang luar biasa dengan mengajak fans mereka untuk memberikan Like bagi produk-produk mereka dengan menggunakan Reactions melalui Facebook Live, dan berinteraksi dengan konsumen mereka yang ingin bertanya mengenai sale stock,” jelasnya.

Ketiga, ciptakan karya kreatif yang dapat menghentikan ibu jari. Ketika menyampaikan cerita mengenai bisnis atau menjual produk di Facebook, ingatlah untuk menunjukkan, bukan menceritakan. Dengan aplikasi kreatif , pencahayaan natural yang baik, sebuah tripod sederhana, dan latar belakang liburan, pemilik bisa mengubah ruang apapun menjadi studio kreatif. Namun, menjadi kreatif tidak selalu menciptakan sesuatu yang baru. Ingatlah untuk menfokuskan kembali tujuan dengan aset yang telah dimiliki.

Keempat, terhubung dengan konsumen dimanapun di seluruh dunia. Alasan utama pelaku bisnis meraih kesuksesan ataupun mengalami kegagalan adalah kemampuan mereka untuk menarik perhatian konsumen. Dengan penargetan yang kuat di Facebook, pelaku bisnis bisa menjangkau konsumen yang tepat bagi mereka.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)