Upaya Microsoft Mempercepat Adopsi Cloud di Indonesia

Data dari International Data Corporation (IDC) mengemukakan bahwa tahun 2021, 60% Produk Domestik Bruto (PDB) diproyeksikan akan berasal dari produk dan layanan digital.

Hal ini selaras dengan proyeksi global yang menunjukkan kontribusi layanan dan produk digital pada PDB mengalami peningkatan, seiring dengan perubahan pola konsumsi masyarakat yang mayoritas telah melakukan aktivitas secara digital. Sementara di Indonesia sendiri, baru 27% bisnis yang telah memiliki strategi dan rencana transformasi digital mereka.

Salah satu layanan digital yang diandalkan untuk solusi teknologi dan modernisasi data adalah cloud computing. Microsoft sebagai perusahaan teknologi telah berinvestasi sebesar US$15 miliar dalam mengembangkan teknologi Cloud secara global. Selama 25 tahun kehadirannya di Indonesia, Microsoft telah memiliki 1.700 mitra di ekosistem lokal.

Haris Izmee, Presiden Direktur Microsoft Indonesia, mengatakan, Microsoft ingin terus mendorong pemberdayaan setiap orang dan organisasi di Indonesia dalam pemanfaatan komputasi awan ini.

“GDP dari digital itu lebih dari 50%, tapi yang tergarap baru 27%. Pasar Software besarnya miliaran dolar dan akan meningkat signifikan di tahun-tahun mendatang. Banyak opportunity, dan Microsoft bisa masuk di berbagai sektor,” ujar Haris.

Dalam menggarap pasar ini, Microsoft terus mengembangkan inovasi di 3 platform komputasi awannya, yaitu Azure, Dynamics 365, dan Microsoft 365 untuk mendorong tranformasi digital secara lengkap: empower employee, optimize operations, engage customers, dan transform product & services.

Terbaru, Microsoft meluncurkan ketersediaan jaringan Azure Edge Node dan menjadi penyedia cloud pertama yang menghadirkan layanan Express Route di Indonesia. Haris menjelaskan, Edge Node mampu mengoptimalkan peforma jaringan melalui titik akses lokal dari dan ke jaringan global Microsoft dengan kecepatan 10 kali lebih baik. Sedangkan Express Route menawarkan kemudahan bagi para pelanggan untuk menciptakan koneksi personal ke cloud melalui Service Level Agreement (SLA) sesuai kebutuhan pelanggan.

Ketersediaan Azure Edge Node tersebut diumumkan pada acara Microsoft Cloud Innovation Summit 2019 yang bertema Empowering Indonesia di Jakarta pada November ini. Haris mengungkapkan, rangkaian kegiatan 3 hari yang terdiri dari Customer, Partner Innovation Day dan Hike-a-Thon ini ditujukan untuk mempercepat adopsi komputasi awan di berbagai industri, serta merekrut mitra baru dan meningkatkan kompetensi dan jaringan mitra bisnis Microsoft yang sudah ada di Indonesia.

“Microsoft berharap untuk dapat terus mewujudkan percepatan transformasi digital bersama ekosistem mitra mereka yang kuat dan terus berkomitmen untuk memastikan bahwa manfaat dari solusi dan inovasi Microsoft dapat membantu Indonesia mencapai lebih,” tuturnya.

Selain itu, menurut Haris, tantangan dalam mengembangkan komputasi awan di Indonesia adalah dari segi SDM, masih sedikit SDM yang siap utuk menguasai keahlian tersebut di masa depan. Terkait ini, Microsoft Indonesia jgua telah melakukan kerjasama dengan kemenkominfo untuk melatih SDM terkait teknologi digital.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)