Video Online Dongkrak Volume Trafik Data Smartphone

Seiring berkembangnya kemampuan teknologi dan informasi, penggunaan smartphone pun mengalami peningkatan. Berbagai riset maupun laporan menyebutkan, bahwa terjadi peningkatan yang cukup signifikan dari jumlah penggunaan smartphone yang dari tahun ke tahun. Tak terkecuali hasil laporan dari Ericsson Mobility, yang sebelumnya lebih dikenal dengan Ericsson Traffic and Market Report.

Pada laporan kali ini, Ericsson Mobility mengungkapkan bahwa sekitar 40% dari jumlah ponsel yang terjual secara global di kuartal ketiga tahun 2012 adalah smartphone. Di saat yang sama, penetrasi perangkat mobile pada kuartal ketiga tahun 2012 mencapai 91%, dimana jumlah pelanggan seluler mencapai angka 6,4 milyar pelanggan.

Terjadinya peningkatan tersebut turut mempengaruhi terjadinya peningkatan trafik data melalui smartphone. “Pertumbuhan trafik data melalui smartphone diperkirakan melebihi jumlah rata-rata dari angka secara keseluruhan,” ujar Sam Saba,  Presiden Direktur PT Ericsson Indonesia ketika jumpa wartawan di Jakarta.

Pada laporannya kali ini, Ericsson Mobility Report mengungkapkan adanya peningkatan sebanyak dua kali lipat dari kuartal ketiga tahun 2011 dan kuartal ketiga di tahun 2012. Pertumbuhan tingkat trafik data tersebut, diperkirakan sesuai dengan compound annual growth rate (CAGR), yang memperkirakan akan terjadi peningkatan trafik data sebesar 50% pada tahun 2012 hingga tahun 2018.

Satu hal yang menarik dalam laporan kali ini adalah, munculnya penggunaan video oleh para pelanggan smartphone sebagai penyebab utama terjadinya pertumbuhan dalam trafik data tersebut. Penelitian dari Ericsson kali ini menunjukan bahwa video online memiliki kontribusi terbesar terhadap peningkatan volume trafik data.

Sebanyak 25% penggunaan video online, menyumbang dari seluruh jumlah trafik data yang terjadi pada penggunaan smartphone. Lalu, di kelompok trafik data pada perangkat tablet, penggunaan video online menyumbang sebanyak 40% dari total trafik data pada perangkat tersebut. Hal ini yang kemudian menempatkan adanya persyaratan baru pada jaringan yang berkualitas dimanapun dan kapanpun.

Selain itu, Ericsson Mobility memperkirakan, pada akhir tahun 2012, jumlah pelanggan seluler akan mencapai angka 6,6 milyar dan di akhir tahun 2018 mencapai angka 9,3 milyar. Dengan jumlah 6,4 milyar pengguna seluler pada kuartal ketiga tahun 2012 ini, Cina menyumbang jumlah terbesar. Negara Tirai Bambu tersebut menyumbang 35% dari jumlah total penambahan pelanggan seluler selama kuartal ketiga, dengan jumlah pelanggan sekitar 40 juta. Sedangkan Indonesia mengalami penambahan jumlah bersih pada pelanggan seluler sebanyak 7 juta. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)