VMWare: SDDC dan Hybrid Cloud Masih Menjadi Tren Teknologi 2015

Di pembuka tahun 2015, perusahaan virtualisasi dan solusi infrastruktur cloud VMWare., mengumumkan tren teknologi dan prediksi di tahun 2015 kepada awak media di Plaza Senayan belum lama ini. Dalam sambutannya, Country Manager VMware Indonesia, Andreas Ananto Kagawa, menjelaskan ada tiga pokok yang perlu dipertimbangkan dalam membangun software-defined enterprise, yaiitu: Software-Defined Data Center (SDDC), Hybrid Cloud dan End-User Computing.

Country Manager VMware Indonesia Andreas Ananto Kagawa. Country Manager VMware Indonesia Andreas Ananto Kagawa.

Andreas menjelaskan, di tahun 2014 lalu, menjadi penanda berlangsungnya transformasi TI, dari strategi berbasis cost center ke center of business intelligence. Meskipun begitu, lanjutnya, cloud, big data analytics dan mobilitas enterprise masih menjadi prioritas utama dalam bisnis.

Data tersebut didapat dari hasil temuan 2014 Cloud Readiness Index yang menyajikan seluruh gambaran tingkat serapan teknologi per region. Di wilayah regional sendiri, tahun 2014 juga diwarnai dengan begitu agresifnya pengadopsian berbagai inisiatif berbasis TIK oleh pihak pemerintah dari negara-negara di kawasan ASEAN, mulai dari pembangunan Smart Nation di Singapura hingga penyusunan masterplan di Indonesia yang berperan sebagai penyokong infrastruktur dalam rangka persiapan ASEAN Economic Community 2015.

“Tahun 2014 juga menjadi tahun yang penuh momentum bagi VMware. Kami menanamkan berbagai investasi yang signifikan dan melakukan ekspansi portofolio solusi guna memenuhi segala kebutuhan CIO dan bisnis akan fleksibilitas, agility dan inovasi supaya bisnis terus berkibar. Kami mengakuisisi AirWatch senilai US$ 1,11 miliar guna memperluas kapabilitas komputasi end-user yang kami miliki dalam rangka menyediakan berbagai pilihan dukungan mobilitas berkelas enterprise yang tangguh untuk bisnis,” ujar Andreas.

VMware juga telah menawarkan beragam kapabilitas yang fokus mendukung perusahaan dalam membangun software-defined enterprise dan data center melalui berbagai inovasi dan kerja sama strategis dengan para pemain global, seperti Google dan Pivotal.

Andreas mengungkapkan juga tentang ramalam International Monetary Fund (IMF). Bahwa tahun 2015 akan menjadi tahun yang menjanjikan bagi ASEAN dengan pertumbuhan sebesar 5,6%, dari sebelumnya hanya sebesar 4,6% (2014). Tahun 2015 juga dipastikan akan menjadi tonggak dimulainya penerapan ASEAN Economic Community (AEC). Untuk kawasan semajemuk ASEAN, integrasi ekonomi mutlak memerlukan dukungan TI guna memastikan kokohnya kolaborasi dan integrasi. Kehadiran TI yang serentak yang berperan sebagai business enabler dalam rangka mengatasi tantangan-tantangan infrastruktur masih akan memegang kunci utama di tahun 2015.

“Pesatnya produktivitas, pemangkasan biaya enterprise dan kepastian akan kontinuitas bisnis masih menjadi kontributor penting dalam proses pengadopsian teknologi di wilayah ASEAN. Hal tersebut juga menjadi kunci utama dalam memenangkan pasar. Terbukti telah mampu memangkas belanja modal hingga 70% dan meningkatkan produktivitas TI mencapai 200%, pendekatan berbasis software-defined dalam pengelolaan TI menjadi jawaban bagi tantangan bisnis terkait produktivitas dan agility,” ujar Andreas. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)