Win Market Siapkan Dana Rp 1,89 Miliar untuk 10 Ribu Pendaftar Baru

Ibnu Sunanto CEO PT Bimasakti Multi Sinergi membuka peluncuran Win Market.id di Jakarta. (Foto: Syukron Ali/SWA) Ibnu Sunanto CEO PT Bimasakti Multi Sinergi membuka peluncuran Win Market.id di Jakarta. (Foto: Syukron Ali/SWA)

Mayoritas pelaku e-commerce di Indonesia berkutat dan terpusat di kota Jakarta. Dengan sokongan dana mencapai triliunan rupiah, pelaku bisnis digital dinilai kurang menyebar ke daerah dan akses ke UKM terkendala banyak hal teknis.

Hal tersebut diungkapkan oleh Didin Noor Ali, Direktur Komersial dan Kemitraan PT Bimasakti Multi Sinergi (Bimasakti). Lewat payung Bimasakti ini, diluncurkan WinMarket.id.  Ini adalah sebuah platform daring yang diklaim sebagai solusi berbagai kendala teknis yang sering dikeluhkan oleh para pelaku UKM yang ingin go online.

Beberapa kendala itu di antranya tidak dapat suport pemasaran offline, tidak menyediakan layanan integrasi pembayaran online, tingkat penjualan produk tergantung dari keahlian penjual mempromosikan produknya sendiri. Bahkan,  untuk sistem dropship, biaya registrasi dinilai cukup membebankan UKM dan tidak ada fasilitas toko online bagi UKM.

"Di WinMarket semua kendala teknis tersebut kami berikan solusinya dengan praktis. UKM yang belum familiar dengan digital pun kami berikan fasilitas toko online secara gratis," jelas Ibnu Sunanto CEO Bimasakti pada awak media saat softlounching WinMarket di Kemang, Jakarta.

Kekuatan lain dari Win Market terletak pada jaringan outlet sebanyak 93.000 yang tersebar di seluruh Nusantara. Dari outlet tersebut bisnis online to offline (O2O) digalakkan. Dengan begitu, diharapkan lewat WinMarket omzet pengusaha kecil dapat meningkat.

Latar belakang WinMarket menurut Ibnu bermula dari keluhan dan harapan pengusaha kecil yang ingin meningkatkan omzet penjualannya. Dengan pengalaman dan edukasi yang difokuskan sejak 2013 kepada pengusaha kecil. Maka, dengan kemampuan dan sumberdaya yang dimiliki, Bimasaki mengeluarkan paltform yang dapat membantu para UKM melejitkan omzet mereka dengan mudah.

Proses panjang tersebut yang meyakinkan Ibnu dan semua tim di Bimasakti untuk mengembangkan produk-produk unggulan bagi pelaku UKM. Dan, sebagai pengusaha daerah yang bercita-cita membawa sebanyak 58 juta pelaku UKM di pasar global. Maka, dalam pendanaannya pun tidak melibatkan modal ventura dari luar.

"Semua pendanaan berasal dari dana kami sendiri dengan nominal sebanyak Rp 18,5 miliar untuk investasi tahap pertama. Semua proses panjang tersebut kami lakukan secara organik," lanjut Ibnu.

Begitu pula untuk infrastrukturnya tidak disimpan di luar negeri. Server dikelola oleh bangsa sendiri dan disimpan data-datanya lewat cloud yang berada di negeri sendiri. Sebagai bentuk apresiasi komitmen Bimasakti untuk memajukan UKM, tiga perusahaan operator telekomunikasi juga telah bersinergi, yaitu Indosat, XL dan Telkom.

Hingga sekarang, total sebanyak 100 ribu merchant yang sudah bergabung dengan WinMarket.

Di awal softlunching ini, pihak Win Market juga menyiapkan dana sebesar Rp 1,89 miliar untuk 10 ribu pendaftar baru terhitung mulai tanggal 5 Agustus 2016 ini. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)