Teknologi nanoe™ X Panasonic Mampu Hambat Penyebaran Virus Corona

Daniel Suhardiman ketika menjelaskan teknologi nanoe™ X pada media. (Foto: Vina Anggita)

Selama pandemi Covid-19, masyarakat diimbau untuk beraktivitas di dalam rumah, baik itu bekerja, belajar, ataupun ibadah. Agar anggota keluarga yang beraktivitas di dalam rumah tetap sehat, udara bersih dalam ruangan tentunya perlu dijaga dari potensi partikel polutan berbahaya, termasuk patogen virus dan bakteri.

Sebagai perusahaan elektronika terkemuka di dunia, Panasonic terus berupaya untuk berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat pada masa pandemi ini. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya inovasi nanoe™ X, ialah mesin ionisasi asli untuk menghasilkan partikel air berukuran nano.

Teknologi ini merupakan teknologi atomisasi elektrostatis yang mengumpulkan kelembaban tak terlihat di udara dan menerapkan tegangan tinggi ke elektroda untuk menghasilkan radikal hidroksil (OH) yang terkandung dalam air - sehingga radikal hidroksil (OH) berada di dalam nanoe™ X.

Daniel Suhardiman, Vice President Director PT Panasonic Manufacturing Indonesia menjelaskan, radikal hidroksil adalah komponen yang sangat reaktif ditemukan secara alami di troposfer kita yang mana umumnya dikenal sebagai "deterjen" alam, dikarenakan kemampuan mereka untuk menghambat polutan, bau, dan juga virus.

"Jika berbicara AC misalnya, masyarakat masih menganggap value AC hanya untuk mendinginkan udara, tetapi tidak memikirkan bagaimana kualitas udara dari AC tersebut. Untuk itu sebagai produsen dalam negeri yang memiliki teknologi, kami ingin mengubah pola pikir tersebut. Salah satu teknologi yang unik dari Panasonic adalah nanoe™ X," ujarnya dalam media exclusive interview di Jakarta, Selasa (12/01/2021).

Ia mengungkapkan, Panasonic telah melakukan penelitian tentang teknologi ini selama 20 tahun terakhir sejak 1997. "Pada 2001, teknologi nanoe™ mulai dikembangkan dan tersedia di pasar pada 2003 melalui produk air purifier. Itu masih generasi pertama yang perlu menggunakan air, unitnya juga besar. Oleh karena itu, perlu miniaturisasi termasuk pengembangan teknologinya sehingga saat ini masuk ke generasi nanoe™ X yang sumbernya dari udara, tidak perlu lagi menggunakan air," paparnya.

Umumnya, radikal hidroksil (OH) di udara memiliki masa hidup yang pendek dan kesulitan untuk menghasilkan jumlah besar sambil mengontrol pembentukan ozon. Tetapi Panasonic memanfaatkan teknologi unik untuk menghasilkan radikal hidroksil yang terkandung dalam air memiliki umur yang lebih panjang sehingga dapat meningkatkan kemampuan untuk mengubah virus yang menempel, kemudian menghilangkan hidrogen (H) dari protein dan menetralkan virus.

"Radikal hidroksil ini aman untuk manusia karena ada di udara dan sudah hidup berdampingan dengan kita. Masalahnya OH ini umurnya pendek, tidak sampai satu detik. Disitulah Panasonic berhasil membuat teknologi yang membuat OH 10 kali lebih banyak (sekitar 4,8 triliun per detik) dan bertahan hingga 10 menit di udara, sehingga memiliki kesempatan untuk menghambat berbagai polutan tingkat permukaan dengan menembus jauh ke dalam bahan kain dan menetralkan mikroorganisme patogen seperti bakteri & virus, jamur, alergen, serbuk sari dan zat berbahaya misalnya memecah komponen P2.5," jelas Daniel.

Hal tersebut dibuktikan dengan kerja sama antara Panasonic dan lembaga penelitian kontrak global Texcell asal Perancis terkait verifikasi efek penghambatan virus berbahaya oleh teknologi nanoe™ X. Dalam pengujian tersebut, lembaga penelitian Texcell telah memverifikasi bahwa Radikal Hidroksil (OH) yang dikembangkan pada teknologi nanoe™ X 99,99 persen dapat menghambat aktivitas Novel Coronavirus (SARS-CoV-2) dalam waktu dua jam.

Tomonobu Otsu, Presiden Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia mengatakan, Panasonic memiliki komitmen untuk menghadirkan teknologi dengan kualitas tinggi yang dibutuhkan masyarakat demi kehidupan yang lebih baik, sesuai dengan tagline Panasonic "A Better Life, A Better World".

“Novel Coronavirus (SARS-CoV-2) yang telah menyebabkan pandemi global sampai saat ini adalah salah satu jenis virus baru yang telah diuji di Texcell, dan hasil uji tersebut mengkonfirmasi bahwa nanoe™ X memiliki efek penghambatan pada Novel Coronavirus. Pengujian ini dilakukan di lingkungan laboratorium secara tertutup, dan belum dicoba keefektifannya pada tempat terbuka. Panasonic akan terus berupaya mengembangkan potensi dari teknologi nanoe™ X untuk mengatasi kemungkinan risiko terkait penyebaran virus berbahaya dengan tujuan menciptakan lingkungan yang sehat bagi orang-orang di seluruh dunia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik," ujar Tomonobu.

Teknologi nanoe™ X telah disematkan di rangkaian produk penjernih udara seperti AC, Air Purifier, dan nanoe Generator, selain itu disematkan juga di Lemari Es. Teknologi ini diharapkan dapat memberi solusi terhadap peningkatan kualitas udara bersih yang menjadi kebutuhan penting ditengah pandemi yang berkepanjangan.

Tantangannya, kata Daniel, tingkat kepedulian masyarakat akan produk-produk yang memiliki teknologi untuk kesehatan seperti ini masih terbilang minim. "Berdasarkan penelitian kami, hanya 11% masyarakat Indonesia yang mengerti atau tahu mengenai teknologi nanoe™ dan nanoe™ X. Yang kira-kira tahu 27% dan yang sama sekali tidak tahu 62%. Makannya penting bagi kami untuk mensosialisasikan teknologi ini pada masyarakat," kata Daniel.

Selain edukasi dan promosi besar-besaran melalui media sosial selama tiga bulan ke depan, Panasonic juga berencana untuk bekerjasama dengan salah satu brand besar di Asia Pacific sebagai upaya untuk menyebarluaskan informasi terkait benefit nanoe™ X kepada publik secara luas. "Dengan demikian diharapkan dapat membantu masyarakat melewati masa sulit ini melalui manfaat dari teknologi nanoe™ X yang menjadikan kualitas udara bersih dan sehat demi kehidupan yang lebih baik," tutur Daniel.

Ke depan, Panasonic akan terus mengejar potensi dari teknologi radikal hidroksil (OH) yang terkandung dalam air dengan tujuan untuk menciptakan ruangan dan lingkungan yang sehat bagi masyarakat. Dengan teknologi ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk melawan pandemi dan risiko yang terkait dengan polusi udara seperti mikroorganisme patogen.

Menurut Daniel, perusahaan bisnis seperti restoran, rumah sakit, kantor, gym, sekolah dan lainnya, tentunya akan mendapatkan keuntungan dari teknologi ini karena kemampuannya untuk menawarkan perlindungan udara 24 jam. Ia pun menegaskan, Panasonic akan semakin bekerja keras dalam memenuhi permintaan pasar ke depannya, karena teknologi ini mungkin salah satu solusi terbaik untuk mengatasi SARS-CoV-2 dan potensi pandemi di masa depan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)