Teknopolis 2017 Tonjolkan Internet of Things

Hasan Aula, CEO PT Erajaya Swasembada Tbk dan Presiden Direktur PT Traya Eksibisi Internasional, Bambang Setiawan (Photo: Anastasia/SWA)

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara, resmi membuka ajang pameran teknologi Teknopolis 2017 di Jakarta Convention Center (9/6/2017). Acara ini merupakan hasil kerja sama antara PT Erafone Artha Retailindo (Erafone) dan PT Traya Eksibis International (Traya Events). Teknopolis 2017 merupakan event yang menggabungkan pameran teknologi, Internet of Things (IOT), wearable device dan smartphone dengan menghadirkan 50 brand ternama seperti Samsung, DJI, Garmin, Go Pro, Fuji Film, Tesla.

Rudiantara menjelaskan, perlu adanya inovasi dalam menyambut era Internet of Things (IoT), agar tidak tertinggal dari perkembangan global. IoT tidak hanya bergantung pada device, tetapi juga ekosistem dan connectivity. "Saat ini konektivitas 4G di Indonesia sudah terlalu penuh, sehingga perlu adanya penataan ulang alokasi frekuensi dari para operator di Indonesia." Lebih jauh ia menjelaskan tidak hanya jaringan 4G yang menjadi penting dalam pembentukan ekosistem, content juga menjadi hal yang penting dalam ekosistem perkembangan IoT, terutama di media sosial.

Menkominfo menambahkan, pemerintah RI sangat mendukung perkembangan IoT dengan penambahan spektrum 2,1 GHz dan 2,3 Ghz untuk 4G. Pemerintah juga akan menguji coba jaringan 5G di band 15 MHz dan 17 MHz.

Secara infrastruktur ICT, Indonesia masih berada di urutan ke 4 di ASEAN, di belakang Singapura, Malaysia, dan Thailand. Namun, Pemerintah akan terus mendukung perkembangan teknologi dengan penyediaan satelit Palapa Ring berbasis High Throughout Satelite (HTS) yang merupakan leapfrog atau lompatan kedepan sehingga pengembangan teknologi Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara lainnya.

Rudiantara berharap pameran ini bisa menjadi tempat sharing knowledge bagi masyarakat untuk mengupdate teknologi-teknologi terkini, khususnya IoT.”Harapan saya Teknopolis tidak hanya menjadi tempat transaksi jual-beli, tetapi juga menjadi tempat literasi bagi masyarakat untuk mengenal IoT lebih jauh.”

Selaras dengan Rudiantara, Hasan Aula, CEO Erajaya, memaparkan, acara ini merupakan wujud komitmen Erajaya Group sebagai salah satu retailer mobile device dan distributor terbesar Indonesia dalam hal pengembangan IoT. Acara ini tidak hanya memamerkan produk dan teknologi terkini dan masa depan. Namun juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mencoba berbagai inovasi produk teknologi mutakhir.” Kami berharap Teknopolis 2017 mampu mendorong tumbuhnya IoT di Indonesia serta masyarakat digital yang mengikuti perkembangan teknologi," ujar dia.

Menurutnya, pameran yang baru pertama kali digelar ini merupakan pintu gerbang pendidikan IoT kepada masyarakat. Kedepannya Erajaya akan banyak melakukan seminar dan live demo untuk memberikan edukasi lanjutan kepada masyarakat digital.

“Live demo akan hadir di toko-toko yang tergabung dalam Urban Jaya Group, yang dimana kita tidak hanya memberikan edukasi, tapi juga experience" ujar Aulia.

Pihaknya menargetkan 25 ribu pengunjung akan hadir dalam pameran yang a]diselenggarakan dari tanggal 9-11 Juni ini. Event ini direncanakan akan menjadi event tahunan di mana ia menargetkan pengunjung bisa terus tumbuh di tahun-tahun mendatang.

Namun, untuk target transaksi, pihaknya mengatakan edukasi dan awareness akan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaran kali ini.”Kami tidak memiliki target transaksi, kami akan berfokus pada edukasi dan awareness masyarakat dulu terhadap IoT,” Aulia menegaskan.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)