Telkom dan Lemhanas RI Raih Esri SAG Award

Tim Telkom bersama Dr. A. Istamar (CEO Esri Indonesia) dan Jack Dangermond (Founder and President Esri) saat penyerahan penghargaan

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) dan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) memenangkan penghargaan Esri Special Achievement in GIS (SAG) Award, sebuah penghargaan yang dianugerahkan kepada instansi yang sudah memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS) secara kreatif dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Jack Dangermond, Pendiri dan Presiden Esri, perusahaan raksasa dunia yang bergerak bidang pemetaan, pada  event geospasial terbesar di dunia, menyampaikan bahwa dua organisasi ini berhasil mendemonstrasikan visi yang menghasilkan bentuk kepemimpinan nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat.

"Ini merupakan pencapaian dua organisasi ini akan menginspirasi banyak pihak di seluruh dunia dan memacu mereka untuk memanfaatkan teknologi GIS dalam rangka menguatkan kegiatan operasional mereka," tambah Dr. A. Istamar, CEO Esri Indonesia. Menurutnya, penghargaan ini menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia terus membuktikan kemampuannya sebagai pusat inovasi teknologi tingkat dunia untuk pengembangan augmented reality, dan juga big data. 

Ia melanjutkan Telkom Indonesia dan Lemhannas menjadi panutan tingkat global berkat pemanfaatan Geographic Information System secara inovatif dalam mengolah big data. "Kami bangga karena dapat mendukung mereka dalam perjalanan ini," ujarnya.

Pendekatan inovatif yang dilakukan Telkom dengan teknologi GIS untuk meningkatkan basis pelanggan mereka di tengah persaingan pasar yang sangat ketat di Indonesia.  Teknologi GIS  digunakan untuk mendapatkan masukan akan kemampuan memberikan layanan utama dan kritikal untuk produk IndiHome. IndiHome adalah layanan ISP ke rumah-rumah melalui jaringan serat optik. IndiHome menawarkan paket layanan telepon, internet, dan televisi kabel.

Dengan menggunakan pendekatan geospasial, Telkom dapat memetakan dan menganalisis di mana pelanggan lama dan pelanggan potensial berlokasi dalam kaitannya dengan Optical Distribution Points (ODP). Informasi yang terkumpul memberikan gambaran yang gamblang mengenai kapasitas jaringan, prospek pelanggan, dan ancaman dari pesaing. Dengan demikian, Telkom dapat membuat model rencana peluncuran infrastruktur layanan secara optimal untuk suatu wilayah tertentu.

Selain itu, Telkom juga mengembangkan program keterlibatan pelanggan yang efektif dengan target yang sangat jelas. Dengan bantuan teknologi GIS, Telkom, melalui program keterlibatan pelanggan ini, berhasil menggandakan jumlah pelanggan IndiHome dari dua juta menjadi empat juga pelanggan. Melalui penggunaan berkesinambungan dari teknologi ini, Telkom memproyeksikan dapat menarik lima juta pelanggan hingga akhir tahun ini. “Sejak diimplementasikan pada Indihome, kami terus melihat kemajuan berarti dalam hal produktivitas dan efisiensi. Teknologi ini membantu para staf dan manajemen dalam membuat keputusan penting,” jelas Arif Rachman, Manager Big Data External Service Strategic & Design PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

Lemhannas RI menggunakan teknologi GIS dengan pemodelan prediktif dinamis dengan memanfaatkan big data dari seluruh Indonesia yang dikembangkan secara spasial. Inovasi ini membantu para pembuat keputusan mengembangkan dan mensimulasikan dampak yang dapat timbul dengan menggunakan skenario if/then. Dengan teknologi ini bisa mengembangkan Sistem Pengukuran Ketahanan Nasional atau Siskurtannas. Sistem ini mengukur tiga dimensi ketahanan negara: ASTAGATRA, wilayah atau spasial dan waktu.

Siskurtannas memetakan, menganalisis dan memberikan informasi dalam bentuk peta dengan visualisasi dinamis dan interaktif. Peta ini mendukung kemampuan teknologi augmented intelligence dan sangat membantu proses pengambilan keputusan oleh para pejabat tinggi negara. Data yang ditampilkan di dashboard tersaji secara real time dan menunjukkan ukuran ketahanan di wilayah tertentu, sehingga negara dapat lebih baik dalam menghadapi dan merespon situasi genting.

“Siskurtannas secara signifikan meningkatkan level ketahanan negara di tingkat regional dan nasional. Sistem ini membantu memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai potensi ancaman yang ada, selain memberi kita masukan yang sebelumnya tak bisa kita dapatkan. Sistem ini menunjukkan betapa luar biasa peran integral yang dimainkan teknologi GIS dalam membantu kami mengambil keputusan berbasiskan informasi yang akurat yang membawa dampak luas bagi inisiatif keamanan nasional,” jelas Marsma TNI Ade Dian Suryacandra, Kepala Labkurtannas Lemhannas RI.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)