Telkomsigma Fokus Kembangkan Aplikasi untuk Transportasi

Sebagai market leader saat ini, Telkomsigma ingin lebih mendominasi pasar. Perusahaan yang berdiri tahun 1987 ini melihat peluang pada aplikasi untuk transportasi. Pemerintah yang sedang gencar meningkatkan pembangunan pada infrastruktur fisik dirasa perlu untuk diimbangi dengan infostruktur.

CEO Telkomsigma, Judi Achmadi, berpendapat bahwa apabila pembangunan infrastruktur selesai semua bisnis lain akan ikut bertumbuh. “Presiden sudah membangun banyak infrastruktur, ini sejalan, Contoh jalan tol, itu harus dibangun, pada saat tol laut dibangun, IT Infrastruktur tol laut juga harus dibangun, Telkomsigma bantu Kementerian Perhubungan Laut di sana. Kami melihat lebih luas setiap kebijakan pemerintah,” ujar Judi.

Menurutnya di zaman sekarang ini intervensi dunia digital melalui aplikasi itu penting untuk mendampingi infrastruktur fisik yang telah dibangun. Dalam hal ini, aplikasi-aplikasi yang terkait dengan infrastruktur harus dibuat. Melalui ini Telkom dan Telkomsigma bersatu untuk menyiapkan Infostructure di atasnya. Karena dalam infostructure ada connectivity dan aplikasi, maka bisnis akan menjadi lebih murah.

Judi Achmadi, CEO Telkomsigma Judi Achmadi, CEO Telkomsigma

Kami lihat Pemerintah sudah men-define infrastruktur dengan bagus, dengan didukung infostructure di atasnya. Dalam hal ini, aplikasi-aplikasi yang terkait dengan infrastruktur itu diikutkan, kita bisa jadi kolerasi yang sangat kuat. Fenomena Go-Jek itu memperlihatkan, kita hidup dalam kemudahan dan lebih murah. Kami ingin ekonomi itu dikembangkan lebih luas lagi. Kami ingin ada lagi startup yang didukung infostructure yang baik. Infostructure itu yang memiliki Telkom dan Telkomsigma, infrastrukturnya yang punya dan membangun pemerintah,” jelasnya.

Oleh karena itu, aplikasi yang terkait dengan sektor transportasi kini akan menjadi fokus utama dari Telkomsigma. Bahkan sudah sejak 2016 Telkomsigma telah menjalin kerjasama dengan Pelindo dalam pengadaan infrastruktur IT. Selain itu ada pula Trans Jakarta dan KCJ Commuterline.

Kami melihat pemerintah sedang mendorong sektor transportasi, maka itu aplikasi-aplikasi terkait dngan itu, yang menjadi fokus utama pengembangan kami untuk diajak join. Di tol laut, kami mendukung infrastruktur IT di sana, kami sudah kerjasama dengan Pelindo 1, Pelindo 2, Pelni, Kementerian Perhubungan, itu sudah ada sejak 2016. Tahun ini kami akan perluas lagi ke Pelindo-Pelindo lainnya. Di transportasi sebenarnya kami sudah masuk di TransJakarta, KCJ (commuterline). Sekarang integrasinya sedang kami pikirkan bersama, satu kartu bisa buat ke semua transportasi itu di 2017,” ungkap Judi.

Di samping itu, Telkomstigma tetap terbuka untuk bekerjasama dengan siapapun. Dalam menjalin kerjasama ini Telkomstigma sudah mempunyai dua mekanisme pendekatan, yaitu vendor management, dan Bali Camp.

Kami tetap terbuka kerjasama dengan siapapun. Memang kapabilitas yang jadi pendekatanannya. Kami punya dua pendekatan, dalam vendor management, untuk perusahaan-perusahaan asing yang memiliki produk untuk bisa dikolaborasikan dengan Telkomsigma. Kedua kami punya Bali Camp, wadah untuk menjaring startup. Jadi perusahaan IT kecil yang ingin tumbuh, juga kami wadahi. Pertumbuhan itu kami pantau, aplikasi mereka yang kami pasarkan,” kata Judi.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)