Temukan Bisnis dan Jodohmu di Komunitas SCC

Kehidupan di kota besar seperti Jakarta yang sibuk, membuat warganya kurang bersosialisasi. Jalinan komunikasi dan silaturrahmi yang mempertemukan fisik sudah sulit dilakukan lantaran kendala rutinuitas pekerjaan yang menyita waktu. Juga, jarak yang jauh dari satu tempat ke tempat lain. Belum lagi, kemacetan yang sudah mengepung penjuru Jakarta dan sekitarnya.

Kondisi tersebut berdampak buruk pada kehidupan sosial warga Jakarta dan sekitarnya, termasuk para pekerja muda. Akibatnya, kini mereka banyak yang masih single di usia yang sudah dewasa untuk berumah tangga. Kondisi inilah yang melatarbelakangi dibentuknya komunitas Single Chinese Christian (SCC). “Ini adalah wadah kaum urban di Jabodetabek yang sibuk untuk networking dan mencari jodoh,” ujar Sylvia Christianti, pendiri SCC.

Komunitas China

Diakui wanita kelahiran Semarang, 25 Agustus 1983 ini, komunitas SCC berawal dari kesamaan pengalaman pribadi. Anggotanya yang mayoritas eksekutif muda sibuk bekerja hingga tak terpikir mencari jodoh. Lalu, bulan Maret 2016 bendera SCC dikibarkan untuk mengumpulkan teman-temannya yang senasib. Jika awalnya banyak wanita yang bergabung, kini kaum adam juga masuk jadi anggota. Saat ini komposisi anggota pria dan wanita mencapai fifty-fifty.

Setelah 5 bulan berdiri, SCC berhasil menggaet 300 anggota. Latarbelakangnya dari para profesional dan pemilik bisnis. Usia anggota dibatasi dari 28 – 45 tahun, bisa lajang atau janda/duda. “Tapi, kami selektif untuk merekrut anggota, karena kami tidak ingin orang yang masuk SCC menyalahgunakan komunitas ini,” ungkap Sylvia yang masih single ini.

Dijelaskan Sylva yang menjadi manajer di perusahaan pengelola parkir di Jakarta itu, ihwal SCC bermula dari aplikasi Meet Up. Dari jejaring sosial tersebut, Sylvia membuat grup WA. Dari dunia maya, perkenalan berlanjut ke dunia nyata. Malahan, dari komunitas itu sudah ada satu pasangan yang berhasil jadian. Selain itu, 13 member sedang menjalin hubungan asmara.

Selain ngumpul bareng, SCC juga memiliki kegiatan networking bisnis, sosial dan konsultasi soal jodoh. Bahkan tak jarang mereka menggelar kegiatan sosial dengan lembaga lain, seperti pemberian bantuan kepada masyarakat tidak mampu. Tanggal 24 September 2016 SCC bekerja sama dengan Yayasan Peduli Bangsa akan ada pengobatan gratis untuk 1.200 pasien, terdiri dari 600 pasien umum, 300 pasien anak dan 300 pasien gigi.

“Untuk satu tahun ke depan, kami targetkan anggota SCC naik 50%,” ujar Sylvia berharap. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)