Terapkan Solusi BIM, WIKA Toreh Prestasi Dunia

Tumiyana Presiden Direktur WIKA

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memahami tantangan industri konstruksi Indonesia akan sangat besar. Mempersiapkan industri ini siap berdaya saing global, WIKA mencoba menularkan penerapan BIM atau Building Information Modelling (BIM) pada pelaku industri yang sama dan mahasiswa. Terlebih dengan penerapan BIM ini, WIKA berhasil meraih penghargaan di kancah global.

Tumiyana, Presiden Direktur WIKA, mengatakan saat wawancara di sela acara Forum Engineering ke-10 di Auditorium Telkom Landmark Tower Jakarta (12/11/2019) bahwa penerapan BIM oleh WIKA yang sudah sejak 2007, membuat BUMN ini merasakan manfaat besar. “Efisiensi kami catat sangat signifikan dari perhitungan biaya, waktu pelaksanaan proyek dan dara desain —pra konstruksi—jadi lebih detail dan akurat jika dibandingkan dengan cara konvensional,” jelasnya.

Forum Engineering adalah agenda forum yang diselenggarakan secara rutin oleh WIKA setiap tahun, untuk menyampaikan, mengelaborasikan, dan mengkaji implementasi teknologi terbaru dalam dunia konstruksi pada proyek infrastruktur, dalam kaitannya dengan knowledge management ilmu keteknikan. Forum Engineering (Foreng 10) tahun ini mengambil tema: “Future Solution for Lifecycle Construction”

Tumiyana sangat perhatian untuk menyebarkan penerapan teknologi BIM ini di industri konstruksi Indonesia. Disrupsi industri konstruksi bukan terlambat, tapi memang terjadwal di akhir. Menurutnya, hal ini mengingat banyak komponen yang terlibat di dalamnya, sehingga tidak mudah melakukan digitalisasi engineering process-nya. Untuk itulah diadakan sosialisasi sejak dini melalui Forum Engineering.

“Industri konstruksi kita pada 2030 diprediskikan akan mendominasi industri konstruksi dunia, akan jadi pasar terbesar, jika teknologi ini diterapkan semua, artinya akurasi dalam berhitung, mendesesain dan scheduling, jika kami ingin membuat bangunan akan mudah dipahami orang awam,” jelasnya.

Selain itu, banyak keuntungan lain, berkat penerapan teknologi ini, namun tidak bisa disamakan satu sektor dengan lainnya di industri konstruksi berapa penghematannya. Ia menyebut untuk proyek jembatan misalnya, efisiensinya bisa 5-10%, namun bukan sekadar penghematannya, tapi karena akurasi dalam setiap langkah konstruksi.

Lebih jauh ia menjelaskan, dengan penerapan BIM, yang terlibat dalam suatu proyek dapat bekerja secara kolaboratif dan, mengoptimalkan produktivitas SDM sehingga kegiatan proyek berjalan cepat, tepat, akurat, efektif dan efisien selama proses umur siklus bangunan (building lifecycle).

Tidak heran jika WIKA ingin pelaku lain, juga para calon dan engineer muda memahami teknologi ini, mengingat berkat penerapan ini, WIKA berhasil mencatat prestasi dunia. “WIKA telah menjalankan proses penerapan BIM ini, kami berharap dengan menularkan ke lebih luas kalangan engineer akan terjadi link and match, yang tentu saja bisa mendorong kemajuan industri konstruksi ini bergerak dari hulu ke hilir,” jelasnya.

Tumiyana mengaku, berkat penerapan BIM pada event kompetisi infrastruktur global tahunan bergengsi, yang berlangsung selama 21-24 Oktober 2019 belum lama ini, WIKA yang diwakili oleh Fery Safaria dan Rizky Yusuf Ramadhan berhasil memaparkan dengan gamblang Proyek Design and Build Harbour Road 2 yang memiliki kompleksitas, konsistensi dan kontinyuitas inovasi, efisiensi serta kemandirian BIM yang implementatif guna mengembangkan solusi.

Di ajang global tersebut, WIKA berhasil mengungguli 2 finalis dari Italia, Italfer S.p.A dan Shenzen Municipal Design & Research Institute, co, Ltd., dari Tiongkok. Sebagai informasi, ajang International Year of Infrastructure 2019 ini diikuti oleh 60 negara di dunia, 440 organisasi dan 571 nominasi proyek.

Prestasi juara pertama yang ditorehkan WIKA pada ajang International Year in Infrastructure 2019 adalah kali kedua dalam dua tahun terakhir. Pada ajang yang berlangsung di Inggris tahun 2018 lalu, WIKA menjadi wakil Indonesia pertama yang berhasil masuk nominasi sekaligus tampil sebagai pemenang kategori Environmental Engineering untuk penerapan BIM di proyek perencanaan penanggulangan bencana longsor di Bogor serta kategori Bridges untuk penerapannya pada proyek pembangunan Flyover Teluk Lamong.

Pengakuan dari perusahaan global sekelas Bentley, menunjukkan BIM saat ini telah memainkan peran penting bagi keberhasilan proyek WIKA. Penerapannya terbukti mampu memberikan perencanaan yang lebih akurat dan menghasilkan efisiensi dari segi waktu pengerjaan maupun biaya.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)