Terminal Kijing Siap Beroperasi Akhir Tahun 2020

Terminal Kijing yang terletak di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, merupakan salah satu proyek strategis nasional yang saat ini masih tetap dalam tahap pembangunan.

Sebagai salah satu proyek strategis nasional, Terminal Kijing akan menjadi pelabuhan berstandar internasional terbesar di Pulau Kalimantan. Terminal ini direncanakan akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mempawah, sehingga diharapkan akan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.

Direktur Kepelabuhanan Ditjen Perhubungan Laut, Subagiyo, mengatakan, proyek ini telah dimulai sejak tahun 2018. “Terminal Kijing  merupakan pengembangan dari Pelabuhan Pontianak dan menjadi salah satu Proyek Strategis  Nasional dengan tujuan untuk mengantisipasi dan meningkatkan kapasitas Pelabuhan Pontianak,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, kondisi pelabuhan Pontianak saat ini sulit untuk dikembangkan dalam melayani kapal yang lebih besar. Kondisi ini dikarenakan kendala teknis berupa kedalaman alur yang dangkal dan sedimentasi yang tinggi.

Pembangunan Terminal Kijing yang dilaksanakan oleh PT Pelabuhan Indonesia II ini dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, total investasi pembangunan sebesar Rp14,45 triliun dan ditargetkan akan mulai beroperasi sebagian pada akhir tahun 2020.

“Rencana pembangunan terminal ini meliputi pembangunan sisi laut (offsshore) dan pembangunan sisi darat (onshore) yang berada di dalam lahan seluas 200 hektare tersambung oleh trastle sepanjang 3,5 Km,” kata Subagiyo.

Lebih jauh dia menerangkan beberapa fasilitas yang akan dibangun meliputi 4 zona yakni zona petikemas dengan total kapasitas 1.950.000 Teus per tahun, Zona Curah Cair dengan total kapasitas sebesar 12.180.000 ton per tahun, Zona Kering dengan total kapasitas sebesar 15 juta ton per tahun, dan Zona Multipupose dengan total kapasitas sebesar 1 juta ton per tahun.

Pada tahap pertama, fasilitas yang akan dibangun adalah Terminal Petikemas ukuran 1.000 m x 100 m, lapangan sisi darat seluar 13, 8 Ha, Trestle ukuran 3.450 x 19,8 m, dengan estimasi kapasitas pada terminal petikemas sebanyak 500.000 Teus dan estimasi kapasitas Terminal Multipurpose sebanyak 500.000 ton.

“Pembangunan fisik konstruksi Terminal Kijing hingga akhir Mei 2020 telah mencapai sekitar 60 % dan ditargetkan akan selesai pada pada bulan November 2020,” kata dia melanjutkan. Dengan demikian sebagian dari pembangunan Terminal Kijing ini akan bisa beroperasi pada akhir tahun 2020.

Proyek ini diharapkan akan dapat meningkatkan kuantitas, kualitas, serta efisiensi pengelolaan, dan pengusahaan Jasa Kepelabuhanan khususnya di wilayah di Kalimantan Barat. Selain itu, terminal ini juga diharapkan untuk meningkatkan konektivitas antar pulau di Indonesia dalam rangka menekan biaya logistik.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)