Terobosan Baru Iwak.me Untuk Pemodal Budidaya Lele

Geliat digitalisasi begitu ramah menyambut kaum millenial, salah satunya pada Hestyriani Anisa Widyaningsih. Perempuan lulusan Sastra Jepang UGM tahun 2015 ini membangun sebuah platform investasi budidaya lele bernama iwak.me. Bersama Rushan Faizal sebagai founder dan desainer iwak.me, mereka mengembangkan terobosan baru ini dan berdiri sejak Juli 2015.

Iwak.me adalah platform investasi sosial di bidang perikanan yang membantu petani-petani ikan untuk memaksimalkan produksinya dengan cara menghubungkan para petani ikan dengan pemodal, pakar, penyedia bibit, dan Pemerintah.

Melalui platform ini diharapkan dapat menambah income di masa depan dan membantu para petani ikan lele di daerah. “Situs ini juga menyediakan sarana pemodal untuk dapat memantau secara real-time mengenai performa aktivitas petani. Performa aktivitas petani yang didukung investasi pemodal juga dapat dipantau lewat situs ini, mulai dari laporan keuangan hingga data ikan yang mati,” ujar perempuan yang akrab disapa Nisa.

Investasi yang dibutuhkan pemodal untuk bisa menjadi investor dan bergabung di iwak.me di kisaran Rp150 ribu hingga Rp 15 juta. Nantinya investor akan mendapatkan konversi kepemilikan kolam dan untuk membuat kolam membutuhkan dana Rp 15 juta.

Pemodal dapat langsung daftar dan login di website iwak.me tanpa syarat khusus. Sekarang ini sudah ada 300 investor yang bergabung di iwak.me. Rate pengembalian modal di iwak.me juga cukup tinggi.

Jika dibandingkan deposito bank dengan rate 4-5%, iwak.me memberikan sekitar 8-10%. Investor juga mendapatkan previlege untuk mengunjungi keluarga petani, dengan ini investor dapat tahun dan mengenal seperti apa investasi kolam ikan miliknya dan siapa yang mengelola kolam tersebut.

Iwak.me dibangun dengan cita-cita sederhana dari sang founder, Rushan Faizal, yang ingin memajukan kota kelahirannya Nganjuk dengan adanya potensi di sektor budidaya perikanan. Keinginan Rushan membantu kawan-kawan keluarga petani budidaya ikan yang memunculkan ide iwak.me sebagai platform investasi bisnis. Saat ini iwak.me memiliki 14 petani yang bergabung dan 10 petani tersebut sedang mengikuti training dengan durasi 1 periode panen (2 bulan) yang diadakan iwak.me.

Tim iwak.me saat ini sebanyak 13 orang sebagai tim inti yang bekerja di lapangan. Timnya dibagi menjadi 3 divisi yaitu Produk, Operasional, dan Marketing & Komunikasi. Untuk divisi Produk ada 5 orang (3 inti, 2 volunteer) , Operasional ada 6 (4 inti, 2 volunteer), Markom 4 orang, CEO dan founder. Dalam membangun platform ini, Nisa mengaku lebih banyak berkorban waktu, tenaga, dan pikiran sebagai modal utamnya. Iwak.me adalah hasil dari kegemarannya pada bidang perikanan dan di dukung kemampuan Rushan Faizal yang merupakan lulusan IT.

Ke depannya, iwak.me tidak hanya membudidayakan jenis lele saja, lebih jauh lagi akan merambah ke bibit ikan lain. “Kami akan adakan riset terlebih dulu. Mungkin 2-3 tahun lagi baru kami tambah jenis bibit ikan lain yang akan dibudidayakan,” ujar Nisa. Untuk setiap panen, iwak.me mendapatkan 700 kg hingga 1 ton untuk setiap kolam. Petani bisa memperoleh sekitar Rp600 hingga Rp700 ribu untuk satu kolam.

Petani yang memiliki lebih dari 1 kolam akan berlipat ganda. “Satu petani kami berikan 3-4 kolam dan sekarang total ada 40 kolam aktif yang dikelola iwak.me,” jelasnya.

Rencananya, iwak.me akhir tahun ini akan membantu lebih banyak lagi petani ikan di Jawa Timur. 2017 iwak.me juga berharap menjadi salah satu platform yang dapat mencocokan demand dan supply sehingga untuk restoran, hotel atau daerah-daerah tertentu yang kesulitan ikan dapat di bantu dengan adanya platform ini. “Tahun 2018 kami juga ingin coba masuk ke pasar ekspor,” optimisnya sebagai enterpreneur.

Reportase: Raden Dibi Irnawan

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)