Tiga Inisiatif Keberlanjutan Ala Mowilex

PT Mowilex akan berfokus pada tiga inisiatif keberlanjutan, diantaranya pengurangan emisi karbon, pengurangan plastik, dan konservasi laut.

Setelah menjadi perusahaan manufaktur pertama di Indonesia yang memiliki sertifikasi karbon netral dari badan sertifikasi SCS Global Services, ke depannya PT Mowilex akan berfokus pada tiga inisiatif keberlanjutan, diantaranya pengurangan emisi karbon, pengurangan plastik, dan konservasi laut.

Menurut CEO Mowilex, Niko Safavi, dengan sertifikat yang didapatkan ini bukan semata-mata untuk berkompetisi, melainkan untuk mengajak perusahaan-perusahaan di Indonesia lainnya untuk mengikuti apa yang telah Mowilex lakukan.

"Kami menjadikan program keberlanjutan ini sebagai nilai inti perusahaan dan berharap dapat menginspirasi perusahaan lain yang belum berkomitmen terhadap sumber daya yang signifikan untuk mengatasi tujuan perubahan iklim, yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia,” ujar Niko, di Jakarta (30/10/2019).

Mowilex juga akan mengurangi bahan kemasan plastik baru sebesar 80% dalam kurun waktu 8 tahun. Untuk mencapai hal ini, perusahaan akan berupaya untuk kembali ke kemasan kaleng timah yang dapat didaur ulang, material plastik dengan konten daur ulang, dan bekerja sama dengan pemasok dan perusahaan pengelolaan limbah untuk mengeksplorasi alternatif pengemasan dan pengumpulan limbah sampah.

Selain itu, Mowilex turut mendanai program Konservasi Internasional untuk melindungi Teluk Saleh di daerah Sumbawa dengan luas 1.500 KM2 selama 5 tahun ke depan. Program ini bertujuan untuk memelihara dan melindungi habitat penting bagi hiu paus yang terancam punah serta mendukung masyarakat setempat untuk mengembangkan ekowisata yang berkelanjutan.

Imam Prasodjo, Penasihat Senior Menteri KLHK, mengatakan bahwa sebaiknya gerakan karbon netral ini bukan hanya sekadar branding saja, melainkan menjadi praktik bisnis yang memiliki nilai dan visi yang baik. “Ini adalah awal dari sebuah gerakan untuk mempengaruhi perusahaan-perusahaan lain melakukan gerakan serupa,” imbuhnya.

Ia pun optimis bila kesadaran akan gerakan ini tumbuh dan masyarakat mulai berhati-hati, maka produk apapun yang akan dibeli akan diperhatikan tentang aspek keselamatannya terlebih dahulu. “Awareness seperti ini yang harus ditumbuhkan untuk mendorong produk-produk yang tersebar di Indonesia menjadi environmentally friendly, begitu pun juga untuk manusianya,” tegas Imam.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)