Tiga Langkah Strategis Aktivitas Sosial Rumah Zakat di Masa Pandemi

Dampak pandemi bukan melulu negatif. Hal ini yang dilihat oleh Rumah Zakat (RZ) dari data survei yang mereka miliki bahwa, pandemi Covid-19 memotivasi masyarakat semakin banyak sedekah.  Inilah kekuatan bangsa Indonesia yang bisa menjadi solusi dalam menghadapi kondisi sulit ini. Di masa pandemi ini, untuk itu RZ menyiapkan tiga langkah strategis dalam aktivitas sosialnya.

“Meski masyarakat pendapatannya menurun, tapi perilaku berderma meningkat. Seperti sempat disampaikan Mas Yuswohadi dalam seminar ini, bahwa masyarakat makin empati. Ini menjadi kekuatan bangsa kita. Bangsa kita masih bertahan sampai sekarang karena memiliki budaya gotong royong di tengah pandemi ini,” ujar Nur Efendi, CEO Rumah Zakat yang menjadi salah satu pembicara dalam webinar Encouraging Corporate Social Initiatives for Pandemic Solutions yang diselenggarakan oleh Majalah SWA-Inventure dengan tema “Spirit Berbagi untuk Membangun Ketangguhan Bangsa”.

Nur menambahkan bahwa bukan saja memberikan donasi uang, bahkan penderma banyak yang merelakan waktu sebagai relawan di tengah pandemi ini. Rumah Zakat mendorong bersama-sama mengajak untuk membantu bangsa ini melewati pandemi ini melalui kampanye #BersamaHadapiCorona.

“Negara tidak bisa sendiri. Harus bergerak bersama stakeholder, dunia bisnis, filantropi, masyarakat dan sebagainya. Fokus langkah kami ada tiga. Pertama, kita perlu memberikan informasi positif dan menumbuhkan optimisme pada masyarakat bahwa kita bisa keluar dari situasi ini. Harus informasi yang clear dan benar. Karena banyak informasi hoax di sepanjang pandemi ini. Maka itu kami menggerakkan seluruh relawan sampai ke desa-desa berkoordinasi dan berkolaborasi dengan satgas setempat,” jelasnya. Selain itu RZ menggerakkan atau melibatkan seluruh sumber daya dan media internal untuk memberikan informasi yang benar dan menumbuhkan optimisme masyarakat Indonesia.

Kedua, RZ memberikan bantuan kesehatan, bukan saja ABD, bantuan medis, rumah sakit darurat, ventilator, oksigen sangat langka dibantu pengadaannya, hingga layanan ambulance jenazah. “Sehari bisa 800 call yang membutuhkan tabung oksigen ke kami,” ungkapnya. Ketiga, jaminan sosial, dampak pandemi adalah banyak yang kehilangan penghasilan. Terutama yang bekerja non formal, bagi yang punya pekerjaan mungkin bisa WFH, mereka yang bekerja serabutan makin sulit. “Kami lalu menggulirkan program padat karya produktif, melibatkan mereka dalam aktivitas kami, membayar mereka, sehingga mereka mendapat penghasilan,” terangnya.

RZ juga membangun langkah jangka panjang yang fokusnya di UMKM. Seperti diketahui UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia, sedangkan mereka yang paling terdampak di saat pandemi. Maka itu RZ fokus membangun mereka agar bisa bangkit lagi. Langkah yang dilakukan RZ adalah dengan fokus ke pertanian, memanfaatkan lahan-lahan kurang produktif, harapannya bisa dimaksimalkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Dalam hal distribusi, RZ tidak sendiri bergerak, menggandeng banyak mitra, karena ini merupakan kerja bersama seperti korporasi besar. “Alhamdulillah untuk distribusi program dampak Covid-19 sepanjang 2020-2021 sudah sampai ke 958.626 penerima manfaat di 250 kota/kabupaten, 33 provinsi, dan kami menurunkan 111.880 relawan yang terlibat dan membantu masyarakat di program-program Rumah Zakat. Lebih dari 1200 UMKM merasakan program kami, seperti gerakan masker Rumah Zakat dibuat oleh mereka. Lumbung pangan kami buat di 7 provinsi, ini dukungan kami untuk ketahanan pangan Indonesia,” paparnya.

Tidak hanya di situ, terkait Idul Adha, dalam upaya mendukung ketahanan pangan Indonesia juga RZ menyiapkan Paket Superqurban. “Manfaat Superqurban yang bentuknya daging kurban dikalengkan, kini bisa dinikmati oleh mereka  yang isoman bisa sehingga bisa membantu asupan makanan bergizi selama perawatan. Selain itu kami juga menyalurkan pengadaan ventilator, ambulance Covid, 4000 paket vaksinasi dan juga tabung oksigen,” ungkapnya.

Dalam kondisi PPKM Darurat, RZ fokus di tiga hal di atas, dengan terus meningkatkan penyebaran informasi yang positif dan optimisme ke masyarakat. Bantuan kesehatan difokuskan pada layanan telekonsul kesehatan Covid-19. “Hari-hari terakhir ada kepanikan, mereka perlu penjelasan, bisa jadi memang mereka sakit Covid. Mereka harus bagaimana, maka harus ada layanan telekonsul tentang Covid, karena layanan RS terbatas. Kami juga membukan pendaftaran relawan medis untuk membantu kondisi ini,” katanya.

Nur meyakini Indonesia bisa keluar dari masalah ini jika bisa saling mendukung atau kolaborasi. “Usaha tanpa doa dan pertolongan Allah Subhanawataala akan berat, untuk itu kita harus terus berdoa. Saya menyampaikan terima kasih pada para stakeholder atas dukungannya semoga makin berkah usahanya,” tandasnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)