Tiga Pilar Gopay Dukung Industri Esport Indonesia

Gopay menilai Pevita dapat menjadi sosok inspirasi untuk memberikan spirit bebas menjadi diri sendiri. (Foto: Vina Anggita)

Melihat perkembangan esports (electronic sports) yang semakin agresif, Gopay menyatakan dukungannya untuk pertumbuhan industri gaming dan esports Indonesia. Selain berkolaborasi dengan sejumlah ajang esports, Gopay memudahkan para gamer dengan menjadi alat pembayaran di Google Play Store.

Senior Vice President Product Marketing Gopay, Timothius Martin, mengatakan, ada tiga pilar inisiatif Gopay untuk mendukung industri gaming dan esports. Pilar pertama yakni teknologi. Sejak Juli 2019 lalu, Gopay mejadi dompet digital pertama yang dapat melakukan pembayaran di Google Play Store. Gopay menghadirkan teknologi one tap buy, yang memudahkan pengguna untuk melakukan pembelian item games secara cepat.

“Sejak diluncurkan pada Juli 2019, jumlah transaksi Gopay di Google Play mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat. Kontribusi games tahun lalu sekitar 70-80%,” ujar pria yang akrab disapa Timo, di Jakarta, Kamis (05/03/2020).

Kedua, melalui kolaborasi. Sejak 2018, Gopay berkolaborasi dengan sejumlah ajang esports tingkat nasional seperti PUBG Mobile Indonesia National Championship (PINC) 2019 dan salah satu liga esports terbesar di Indonesia, Mobile Legends: Bang Bang Professional League 2018. Pada tahun ini, Gopay turut mendukung roadshow Mobile Legends Bang Bang Campus Championship (MLCC) ke 32 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Gopay juga telah menjadi sponsor tim-tim besar esports tanah air, yaitu Bigetron, RRQ, BTR, dan AURA.

Ketiga, inspirasi. Timo mengatakan, masyarakat membutuhkan sosok yang bisa menginspirasi diri sendiri bahwa siapapun bisa menjadi gamers. Untuk itu, Gopay memperkenalkan brand ambassador Gaming and Entertainment, Pevita Pearce. Dipilihnya Pevita karena dinilai dapat menjadi representatif positif yang sesuai dengan visi Gopay.

“Pevita merupakan salah satu public figure yang multitalenta. Selain aktris dan model, sekarang juga seorang gamer. Sosok seperti ini lah yang bisa menginspirasi kita bahwa apapun profesi kita, apapun kesibukan sehari-hari kita, kita pun bisa jadi gamers. Kami sangat bangga punya Pevita sebagai sosok inspirasi untuk memberikan spirit bebas menjadi diri sendiri,” lanjut Timo.

Menurut Timo, brand ambassador punya kekuatan untuk mempercepat awareness dan berpengaruh terhadap image perusahaan yang akhirnya berdampak pada peningkatan pertumbuhan. Namun, ia tidak spesifik menargetkan kenaikan pertumbuhan dari hadirnya brand ambassador ini. Sebab, edukasi masyarakat dinilai menjadi hal yang utama.

Gaming atau hobi digital adalah industri yang baru, dengan penunjukan Pevita ini bukan masalah angkanya tetapi masalah edukasi pada industri dan masyarakat. Saat ini, gamers ada 60 juta dan bayangkan jika gamers sudah 200 juta, pasti bisnis akan naik sendiri. Jadi saat ini untuk edukasi masyarakat terlebih dahulu, membantu mereka bisa menjadi diri sendiri, dan bisa bermain game dengan lebih cepat menggunakan Gopay tanpa ada biaya tambahan,” tuturnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)