Tiktok Percaya Diri Engagement Pengguna Meningkat Saat Ramadhan 2021

Sitaresti Astarini, Head of Business Marketing TikTok Indonesia (Atas).

TikTok mengaku bahwa tren merayakan Ramadhan dengan melakukan aktivitas di rumah akan terus berlanjut di tahun ini. Pada 2020, peningkatan engagement naik 29% di bulan Ramadhan, dibandingkan rata-rata harian. Sementara itu, di tahun ini, TikTok menyatakan sebanyak 96% pengguna ingin lebih aktif di platfrom online dan akan mengunggah konten dalam platform digital selama bulan Ramadhan dengan berbagai konten tren, seperti kebersamaan bersama keluarga dan teman-teman.

Selain itu, 1 dari 3 pengguna juga sudah merencanakan akan membeli lebih banyak makanan dan kudapan secara online di bulan ramadan ini. “Dari survei tersebut, tahun ini, sebagian besar pengguna menantikan konten religi, makanan, informasi terbaru dari keluarga dan kerabat, konten keseharian, serta fesyen dan kecantikan,” kata Sitaresti Astarini, Head of Business Marketing TikTok Indonesia dalam konferensi pers yang digelar secara virtual siang ini (16/03/2021).

Konten tersebut, menurutnya dijadikan inspirasi dan rekomendasi bagi pengguna. Melalui data yang dikeluarkan tersebut, brand memiliki kesempatan untuk terhubung dengan para pengguna yang semakin engaged selama bulan Ramadan tersebut dengan cara yang otentik di TikTok.

Dia menambahkan, para pengguna dapat secara langsung terlibat dalam kampanye brand dengan cara membuat konten sendiri sesuai dengan kreativitas mereka. “Pengguna TikTok di Indonesia pun sangat reseptif terhadap iklan, di mana 90%-nya mengaku mengambil tindakan lanjutan seperti mencari tau lebih lanjut tentang produk, meng-klik link iklan/akun brand, dan berkomentar setelah melihat iklan yang tayang di platform.

“Kami juga menghadirkan TikTok For Business untuk membantu UKM melakukan kampanye pemasaran di bulan Ramadhan ini,” ujarnya. Senada dengan laporan yang dikeluarkan oleh TikTok, kantar merilis pandemi Covid-19 berdampak pada masyarakat dalam merayakan Ramadan.

Fanny Murhayati, Marketing Director Kantar Indonesia mengatakan bahwa Ramadan dirayakan dengan lebih sederhana dan lebih fokus pada ibadah, serta lebih sadar akan pentingnya kesehatan. "Dari sisi konsumen, orang-orang Indonesia menerapkan pengaturan prioritas atas pengeluaran pada saat ramadan, bahan makanan segar dan produk konsumen menjadi prioritas utama mereka,” kata dia.

Menurutnya, para brand dan pelaku usaha memiliki peluang untuk memanfaatkan berbagai platform digital dalam berkomunikasi dengan target publiknya, seperti inspirasi berbagi, kegiatan di rumah dan kisah-kisah humanis lainnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)