Tingkatkan Imunitas Tubuh dengan Produk Herbal

Penelitian dilakukan oleh Lembaga Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang dibawah pimpinan Edi Dharmana.

Pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus ekstra menjaga daya tahan tubuhnya agar terhindar dari virus corona. Produk herbal pun kian laris karena dipercaya dapat meningkatkan kekuatan sistem imun sehingga tubuh mampu melawan berbagai jenis penyakit.

Salah satu emiten produk herbal yakni PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk misalnya, mengalami peningkatan penjualan sebesar 6,10% atau tumbuh menjadi Rp2,26 triliun pada Kuartal III/2020 dari Rp2,13 triliun pada kuartal III/2019. Jamu herbal dan suplemen menjadi penyumbang terbesar bagi capaian penjualan Sido Muncul. Secara tahun ke tahun, penjualan produk tersebut mengalami kenaikan dari Rp1,43 triliun pada tahun lalu menjadi Rp1,44 triliun pada tahun ini.

Bahkan, baru-baru ini Forbes mengumumkan kekayaan Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat dan keluarganya melonjak 41%. Larisnya penjualan produk herbal dan farmasi membuat kekayaan Irwan dan keluarga mencapai US$ 1,55 miliar atau sekitar Rp 21,94 triliun. Ia kini menduduki urutan ke-17 orang terkaya Indonesia versi Forbes, naik drastis dari posisi terakhirnya di tahun 2019 yakni pada urutan ke-30, dan ke-47 pada tahun 2018.

Salah satu produk Sido Muncul yaitu Tolak Angin pun menjadi produk unggulan karena dipercaya masyarakat dapat meningkatkan sistem imun. Menurut Irwan dalam keterangan resminya (10/08/2020), Tolak Angin telah melakukan Uji Khasiat atau Uji Manfaat pada tahun 2007 oleh Lembaga Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang dibawah pimpinan Prof. dr. Edi Dharmana, M.Sc. Ph.D.Sp.

"Hasilnya minum Tolak Angin dua sachet dalam sehari terbukti meningkatkan sel-T secara umum yang merupakan indikator daya tahan tubuh, baik orang yang sehat maupun orang sakit," katanya.

Irwan menekankan Tolak Angin memang bisa meningkatkan sel T, tapi tidak spesifik untuk menangkal virus tertentu. Kasus Covid-19 misalnya, hanya bisa diatasi dengan vaksin. Begitu pun dengan virus-virus yang lain. Namun, Tolak Angin bisa diminum untuk menjaga agar daya tahan tubuh tetap kuat. Seperti diberitakan, Universitas Oxford dengan AstraZeneca (perusahaan farmasi) melakukan penelitian vaksin virus corona bahwa antibodi dan Sel-T disebut dapat menekan hingga menetralkan virus yang terdeteksi (Covid-19).

"(Tolak Angin) lain dengan vaksin. Kalau vaksin yang Oxford itu kan katanya meningkatkan antibodi, limfosit T, protektif terhadap virus. Kalau obat stimulan seperti Tolak Angin (meningkatkan daya tahan tubuh) secara umum. Tidak spesifik terhadap Covid-19," tegas Irwan.

Edi Dharma sebagai peneliti mengatakan, penelitian ini sebenarnya sudah lama dilakukan tetapi masih berlanjut hingga sekarang. "Setelah kami teliti beberapa kandungan Tolak Angin memiliki pengaruh terhadap sistem imun," ujarnya saat webinar Herbal sebagai Imunumudolator yang diselenggarakan oleh Krista Exhibitions, (12/12/2020).

Ia menjelaskan, Tolak Angin cair meningkatkan presentase Limfosit T dan Interferon gamma pada manusia sehat. Adapun Tolak Angin Anak dapat meningkatkan poliferasi limfosit, indexks fagositosis, produksi interferon y, dan ROI makrofag. Sebagai informasi, sel T merupakan kelompok sel kekebalan tubuh yang berperan penting dalam sistem imun terhadap virus. Sel pembawa virus akan dihancurkan oleh sel T dalam tubuh.

Selain itu, Tolak Angin juga telah melakukan Uji Toksisitas bekerja sama dengan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma yang dipimpin oleh Apt Ipang Djunarko, M.Sc. Hasilnya, Tolak Angin diklaim aman dikonsumsi selama 232 bulan selama sesuai dengan dosis yang ditentukan.

Pada Agustus lalu, Sido Muncul melakukan ekspor perdana Tolak Angin cair ke Arab Saudi. Sido Muncul memberangkatkan satu kontainer berukuran 20 ft produk Tolak Angin yang akan didistribusikan secara merata di seluruh mainstream market yang ada di Arab Saudi agar masyarakat mudah mendapatkan Tolak Angin

"Keberhasilan Sido Muncul dalam mengekspor Tolak Angin tidak terlepas dari kepatuhan perusahaan dalam mentaati peraturan pemerintah dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ekspor perdana Tolak Angin ke Arab Saudi menjadi bukti bahwa obat herbal asli Indonesia dapat diterima oleh negara lain," tutur Irwan.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)