Tingkatkan Pelayanan, Bank BTN Resmikan Plaza KPR dan KPR Hotline

Pesatnya perkembangan teknologi dan industri perbankan membuat bank-bank harus berinovasi dalam memberikan layanan pada masyarakat. Hal ini pula yang dilakukan PT Bank BTN. Di usianya yang ke-41, bani ini terus melakukan inovasi, menciptakan aneka produk KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang mudah diakses, dan meningkatkan layanannya dengan membuka Plaza KPR dan KPR Hotline.

Plaza KPR merupakan gerai khusus yang diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai KPR, mulai dari syarat dan tata cara mengajukan aplikasi KPR baik secara manual maupun lewat portal www.btnproperti.co.id hingga informasi mengikuti lelang untuk rumah lelang Bank BTN. Sedangkan KPR Hotline adalah menu khusus di BTN contact center yang dibuka untuk memberikan segala informasi mengenai produk KPR baik subsidi maupun non-subsidi.

Menurut Maryono, Dirut  BTN, sebagai wujud peningkatan layanan pelanggan, kami berharap Plaza KPR dan KPR Hotline ini lebih memudahkan nasabah menemukan produk KPR pilihannya. Pembukaan Plaza KPR dan KPR Hotline merupakan bagian dari rangkaian acara HUT KPR ke-41 tahun bertajuk Parade KPR yang berlangsung mulai 4 Desember lalu.  Sebagai kado bagi para nasabah, Bank BTN memberikan bunga KPR fixed 1 tahun sebesar 4,1%. Promosi bunga KPR non-subsidi ini berlaku hingga Januari 2018.

Lewat program tersebut, BTN berharap bisa mengalirkan KPR sebesar Rp 3 triliun hingga tutup tahun 2017. Sebagai bank yang fokus pada KPR, Bank BTN tidak sekadar memberikan bunga KPR yang terjangkau namun akses yang lebih mudah dengan produk KPR yang beragam untuk memenuhi kebutuhan rumah seluruh kalangan masyarakat baik berpenghasilan rendah maupun kalangan kelas menengah atas.

Dalam kiprahnya memberikan pembiayaan bagi masyarakat untuk mendapatkan rumah layaknya, sejak tahun 1976 hingga November 2017  Bank BTN telah mengucurkan kredit baik berskema konvensional maupun syariah senilai Rp 230,2 triliun untuk merealisasikan KPR bagi 4,1 juta unit rumah.

Dari pencapaian tersebut, sebesar 3,08 juta unit atau lebih dari 75% di antaranya mengalir dalam bentuk KPR Subsidi. Angka tersebut setara dengan nilai KPR Subsidi sebesar Rp 110,45 triliun. Sedangkan sisanya atau sebesar Rp 119,76 triliun didistribusikan dalam bentuk KPR Non-Subsidi.

Untuk mengurangi  backlog  sekitar 11,38 juta unit, selain menggandeng  pemerintah pusat dan daerah, BTN juga merangkul mitra swasta, di antaranya Go-Jek Indonesia untuk mempercepat pencapaian Program Satu Juta Rumah.

Dalam Parade KPR ini BTN mengajak Go-Jek untuk memfasilitasi mitra driver-nya mendapat fasilitas KPR subsidi dari BTN. Setidaknya ada 581 aplikasi KPR subsidi dari para driver Go-jek, di mana pada tahap I Go-Jek Serbu BTN dibuka, 397 di antaranya lulus verifikasi dan bisa mendapatkan rumah impiannya. "Nilai KPR-nya hanya  Rp 51,6 miliar, namun sangat berarti bagi mereka dan kami bangga bisa membantu keluarga mendapatkan rumahnya dengan skema yang terjangkau,” kata Maryono.

Kesuksesan Go-Jek Serbu BTN Tahap I mendorong Bank BTN membuka Tahap ke II di seluruh kota yang menjadi wilayah kerja Go-Jek, diantaranya  Sumatera, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan, dan Sulawesi.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)