Tingkatkan Penjualan Bulan Ramadan, UMKM Wajib Go Digital

Melansir data dari Google Commisioned Ramadan Consumption Diaries Study tahun 2021, memaparkan bahwa sebanyak 90% masyarakat Indonesia memilih berbelanja melalui marketplace. Sementara 78% memilih lewat aplikasi serbaguna, diikuti oleh supermarket dan pasar tradisonal yang masing-masing sebanyak 75% dan 65%.

Sejalan dengan tren tersebut, sebanyak 45% toko online juga ramai-ramai melakukan peningkatan pelayanan website dalam 5 tahun mendatang, karena meningkatnya tren berbelanja melalui daring. "Para pelaku usaha yang berfokus di internet dapat menggunakan tool marketing yang tepat untuk mendatangkan traffic ke website toko mereka,” ujar Indra Hartawan, Country Manager Exabytes Indonesia dalam acara buka puasa di Jakarta (13/04/2022).

Sebagai contoh, masyarakat bisa menggunakan Google Trends untuk mengetahui produk yang sedang menjadi tren saat Ramadhan. Kemudian, para pelaku usaha juga bisa melakukan pemasaran secara digital lewat Facebook Ads atau Google Ads. Dengan begitu, diharapkan penjualan dapat meningkat secara signifikan.

Masih dalam data yang sama, online menjadi konsep berbelanja yang digemari selama pandemi. Terlihat dari data yang dilansir Google, sebanyak 73% konsumen menggunakan mesin pencari untuk mencari informasi e-commerce dan website brand yang mereka cari.

Hal tersebut, menurut Indra, membuat semakin banyak toko offline maupun brand yang wajib beralih ke strategi digital untuk mengelola bisnis mereka. "Pelaku usaha harus melihat dan memaksimalkan peluang bisnis dengan memanfaatkan banyak kanal penjualan online sebagai prioritas seperti promosi di media sosial dan memaksimalkan website."

Dia menambahkan, ada tiga hal yang harus diperhatikan pelaku usaha dalam memaksimalkan penjualannya di saat momen Ramadhan. Pertama, UMKM harus memiliki infrastruktur seperti website untuk membantu konsumen melakukan pembelian. Dengan menciptakan infrastruktur digital yang memadai, kegiatan proses bisnis akan menjadi lebih efektif dan terarah untuk mendapatkan keuntungan. “Kehadiran online bagi bisnis menjadi aspek penting di tengah keterbatasan yang dapat dipermudah dengan channel digital. Sehingga dapat menjangkau lebih banyak audiens," ujarnya.

Kedua, membuat konten yang menarik dan personal untuk lebih melibatkan konsumen. Ketiga, memberikan pengalaman berbelanja yang nyaman dan lancar sehingga memunculkan loyalitas pelanggan.

Masih dalam acara yang sama, Iqbal Prakasa, Marketing Manager JDL Express Indonesia menambahkan bulan Ramadan ini juga merupakan momen yang tepat bagi pebisnis atau seller untuk meningkatkan penjualan, salah satunya hampers. “Tahun 2022 ini boleh dikatakan tahun bangkitnya UMKM setelah 2 tahun kita melewati pandemi. Jadi, ini waktu yang pas untuk melebarkan funnel sales, tidak hanya di marketplace saja,” kata dia.

Sejalan dalam menyukseskan geliat bisnis UMKM di bulan Ramadhan, CEO Lunas (Layanan UMKM Naik Kelas), Roy Baskoro mengatakan penting untuk UMKM melakukan 3 Go yakni Go Modern, Go Digital, dan Go global. “Salah satunya mengubah cara berbisnis dari offline ke online agar UMKM bisa naik kelas,” kata Roy.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)