Tingkatkan Target Bisnis, KAI Gencarkan Transportasi Niaga

Setelah sukses mengubah wajah perkeretaapian Indonesia, PT KAI kini semakin gencar memperkuat bisnis transportasi. Tahun 2016, tercatat KAI berhasil mengangkut 351,2 juta penumpang. Tak hanya fokus di transportasi massa saja, kini transportasi niaga pun semakin digencarkan.

Di sisi angkutan barang, beberapa tahun terakhir KAI telah berhasil mengintegrasikan pelabuhan dengan pelayanan kereta api. Seperti Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang, dan Pelabuhan Belawan yang sudah terkoneksi dengan kereta api ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Sumatera Utara. KAI juga telah membuat inovasi Portal Angkutan Barang untuk memudahkan pelayanan kepada para pengguna jasa. Pada tahun 2016, KAI telah mengangkut barang sebanyak 34,6 juta ton.

Tak hanya itu, KAI juga telah berhasil membawa peradaban transportasi Indonesia memasuki babak baru sejak hadirnya layanan kereta bandara. Bertajuk Kereta Api Bandara Kualanamu, layanan kereta api untuk pertama kalinya terkoneksi ke bandara, tepatnya Bandara Internasional Kualanamu di Sumatera Utara.

“Transportasi yang terintegrasi ini akan hadir di daerah lain, pasalnya KAI telah ditugaskan oleh Pemerintah untuk menghadirkan pelayanan yang serupa, di antaranya KA Bandara Internasional Soekarno-Hatta, KA Bandara Internasional Minangkabau, KA Bandara Adi Soemarmo Boyolali, dan KA Bandara Kulon Progo Yogyakarta,” tutur M. Kuncoro Wibisono, Managing Director of IT and Commerce.

Transportasi perkotaan pun menjadi perhatian Pemerintah dan KAI pun dilibatkan dalam pengembangannya, di antaranya LRT Palembang, LRT Jabodetabek, juga KA antar perkotaan seperti KA Trans Sumatera. Kepercayaan Pemerintah terhadap KAI untuk berkontribusi dalam pembangunan transportasi nasional tidak hanya di Pulau Jawa dan Sumatera. KAI juga telah terlibat dalam pengembangan kereta api Trans Sulawesi.

Kuncoro menambahkan, untuk  2017, KAI menargetkan dapat mengangkut 367 juta penumpang dan 46 juta ton angkutan barang. Namun, di luar target tersebut, KAI telah berkomitmen penuh untuk mewujudkan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan pun menetapkan bahwa keselamatan mutlak dan menjadi keharusan dalam seluruh pelayanan transportasi. Sejak tahun 2016 lalu, KAI bahkan telah menetapkan tagline “Everyday is Safety Day, Safety Has No Holiday” sebagai wujud komitmen bahwa KAI zero tolerrance terhadap segala hal yang menghambat keselamatan.

“Melalui berbagai penugasan Pemerintah maupun target yang telah ditetapkan perseroan, KAI bertekad tidak akan berhenti menggali terobosan-terobosan baru yang lebih maju untuk turut membangun transportasi Indonesia yang pengembangannya saat ini telah berjalan. KAI akan menjadi katalis yang tidak hanya mendukung percepatan pengembangan transportasi Indonesia tapi juga turut menjadi lokomotif pendorong pembangunan perekonomian bangsa di masa mendatang,” ujar Kuncoro menutup pembicaraan .

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)